SITARO – Kegiatan Sosialisasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kerukunan Umat Beragama Tahun 2025 digelar di Kampung Humbia, Kecamatan Tagulandang Selatan, dan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Acara ini dihadiri oleh masyarakat, para tokoh agama, serta Camat Tagulandang Selatan. Turut hadir sekaligus memberikan sambutan, Wakil Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Heronimus Makainas, SE.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan pentingnya merawat dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat Sitaro yang dikenal majemuk namun harmonis. Menurutnya, FKUB memiliki peran strategis sebagai wadah dialog dan sinergi antara pemerintah dan unsur keagamaan untuk mencegah potensi konflik serta memperkuat persaudaraan.
“Kerukunan adalah fondasi kuat bagi persatuan dan pembangunan Sitaro. Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa nilai toleransi dan saling menghargai menjadi kebiasaan hidup sehari-hari. Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh kepada FKUB dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya demi terciptanya masyarakat yang aman, damai, dan saling menghormati,” ujar Makainas.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan tokoh agama dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka disebut sebagai cerminan bahwa masyarakat Sitaro memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama.
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
Camat Tagulandang Selatan dan para tokoh agama turut memberikan pandangan mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum memperkuat pemahaman bersama tentang peran FKUB dalam membangun suasana kehidupan yang rukun dan kondusif.
Acara kemudian ditutup dengan sesi dialog dan tanya jawab, di mana masyarakat aktif menyampaikan pandangan serta harapan terkait upaya menjaga kerukunan di wilayah masing-masing. (*Ighel)








