Asahan – Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, S. Sos, M. Si membuka secara resmi Pengukuran dan Publikasi Stunting di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Selasa (13/12/2022).
Pada pembukaan ini tampak hadir juga Dandim 0208/Asahan, Kajari Asahan, Kadis Kesehatan Kabupaten Asahan ,Para Camat, Pengurus TP PKK Kabupaten Asahan, Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Asahan, Organisasi Profesi serta TPPS Kabupaten Asahan.
Pada laporannya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dr. Nanang FA, Sp PK mengatakan angka prevalensi stunting Kabupaten Asahan terus menurun hingga Tahun 2022. Ini disebabkan karena seluruh pihak terus melakukan pendampingan dan pemantauan kepada balita yang memiliki gizi buruk.
Nanang juga mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan akan terus berusaha menurunkan angka stunting yang ada di Kabupaten Asahan, sehingga Kabupaten Asahan terbebas dari stunting.
- PWI dan Mitra Gelar Gerakan Literasi Pelajar Manado, Sejuta Asa untuk Kota Tercinta, Jadi Kado Istimewa HUT Ke-403 Manado
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN UP3 Palu Hijaukan Pesisir Teluk Palu Melalui Penanaman 1.000 Bibit Mangrove
- Dari Gerobak Harapan ke Usaha yang Lebih Mapan : Kisah Muhammad Syarifuddin Menyalakan Asa Bersama TJSL PLN
Ditempat yang sama Wakil Bupati Asahan mengatakan untuk mendukung terintegrasinya pelaksanaan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Asahan, terdapat 8 aksi dalam integrasi yang akan memperkuat efektivitas intervensi stunting mulai dari analisa situasi program penurunan stanting, penyusunan rencana kegiatan, rembuk stunting, pembinaan kader pembangunan manusia dan pengelolaan sistem manajemen data pengukuran dan publikasi stunting.
Wakil Bupati mengatakan prevalensi stunting selama 10 tahun terakhir menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan dan ini menunjukkan masalah stunting perlu ditangani segera. Hasil riset kesehatan dasar riskesdas 2018 menunjukkan 30,8% atau sekitar 7 juta balita menderita stunting dengan latar belakang yang beragam dari masalah anemia pada ibu hamil 48,9% , berat bayi lahir rendah BBLR 6,2% balita kurus atau wasting 10,2% dan anemia pada balita.
Selanjutnya dengan pengukuran dan publikasi stunting ini kita dapat mengetahui status gizi anak sesuai umur dan mengukur prevalensi stunting di tingkat desa secara berkala. “mari kita tetap bangun sinergi dan terus proaktif mencegah stunting di Kabupaten Asahan demi mewujudkan masyarakat Asahan Sejahtera yang religius dan berkarakter”, pungkas Wabup. (*/Tumbur)








