Sulut – Peristiwa bencana alam di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) turut menggugah hati Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw.
Suami tercinta dr Karika Devi Tanos ini ikut terbeban akan nasib para korban abrasi di Kelurahan Uwuran Satu dan Bitung, Amurang.
Dengan tulus, secara pribadi Wagub Kandouw menyumbangkan lahan sebesar 5 hektar. Tanah itu berlokasi di Kelurahan Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat, Minahasa Selatan.
Hal ini terungkap lewat status media sosial yang diunggah Anggota DPRD Sulut Sandra Rondonuwu, Sabtu (25/6/2022).
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
“Ketulusan hati seorang Wagub Ong Steven OE Kandouw. Tanah 5 ha milik beliau di Rumoong Bawah Minahasa Selatan disumbangkan untuk relokasi 250 KK,” ungkap Sandra Rondonuwu.
Srikandi PDI Perjuangan ini melanjutkan, selain menghibahkan tanahnya, Wagub Kandouw juga mendorong adanya pengaspalan jalan selebar 8 meter.
“Sekalian juga akan diadakan pengaspalan jalan selebar 8 M,” tulis legislator Sulut daerah pemilihan Minahasa Selatan – Minahasa Tenggara tersebut.
Dalam postingannya juga, Sandra Rondonuwu juga menampilkan tangkapan layar percakapan antara dirinya dan Wagub Kandouw via aplikasi WhatsApp.
“Tim Komisi 5 DPR RI dan Kementrian PUPR, Kamis depan datang. Harus direlokasi 250 KK. Syaratnya harus ada tanah. Biar jo kita pe tanah. Kasiang dorang,” kata Wagub Kandouw dalam percakapan tersebut.
Diketahui, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dilanda bencana alam. Abrasi terjadi di sekitar pesisir Amurang, Rabu (15/6/2022).
Abrasi juga mengakibatkan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Ranoiapo, Uwuran Satu menuju ke Kelurahan Lewet, Bitung, Ranomea, dan Pondang tiba-tiba ambruk.
Setidaknya 20 rumah, 5 cottage, 1 restoran, 10 perahu, 1 kedai kopi, dan ikon I’am Amurang, jembatan, area parkir bangunan penginapan rusak dan juga ikut ambruk ke laut. Beruntung tidak ada korban jiwa dan luka-luka dalam bencana ini. Namun, sebanyak 269 jiwa telah diungsikan. (*/J.Mo)








