Manado-Militansi pemangku Saka Kalpataru dan Wanabakti kembali diperkuat. Kesetiakawanan, kecintaan terhadap lingkungan kembali diingatkan.
Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw saat membuka Perkemahan Bakti Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru (Pertikawan) Regional Sulawesi dan Maluku Tahun 2023, Rabu (18/10) di Camping Ground Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih, Kota Bitung.
Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw menggelorakan semangat cinta lingkungan terhadap peserta perkemahan.
“Saya ingatkan kita terus meningkatkan kesetiakawanan, kecintaan terhadap lingkungan. Di samping adanya fenomena el nino, kita harus menyadari global warming menjadi ancaman kita,” tutur Wagub Kandouw.
- Dukung Kemandirian Petani Bunga Krisan, PLN UID Suluttenggo Resmikan Program Electrifying Agriculture di Tomohon
- Sinergi PT SJA 2 Dan Dinas Kehutanan Perkuat Masyarakat Cegah Karhutla
- Pemkot-Dekot Sepakati KUA/PPAS Manado 2027, Walikota Andrei Angouw: Untuk Kemajuan Kota dan Kesejahteraan Masyarakat
Menurutnya, penyebab terjadinya global warming merupakan keserahkaan manusia dalam menjaga lingkungan.
“Embrio dari global warming adalah kelalaian dan keserakahkaan menjaga lingkungan yang selalu mengeksploitir alam. Akhirnya sekarang kita menghadapi bahaya kekeringan,” kata dia.
Fenomena kekeringan hingga terjadi kekurangan air di beberapa tempat jika ditelusuri akibat kelalaian menjaga lingkungan.
“Biarlah batu putih ini menjadi tempat untuk kita menggelorakan kecintaan kita terhadap lingkungan. Mudah-mudahan orang-orang yang hadir di sini menjadi militan terhadap lingkungan hidup, tidak kompromi dengan pengerusakan lingkungan dan anti sampah plastik,” ungkapnya.
Di sisi lain, Wagub Kandouw mengapresiasi keikutsertaan peserta meski di tengah mahalnya tiket transportasi udara, ditambah panasnya cuaca.
“Semoga lewat kegiatan ini semakin mempertebal wawasan kebangsaan bahwa biar berbeda suku dan agama, tapi kita satu. Indonesia,” ujarnya.
Dia pun mengajak pemangku saka kalpataru dan wanabakti terap menjaga persatuan dan kesatuan, NKRI, pancasila dan bhineka tunggal ika.
“Juga semakin mempertebal semangat etos jiwa kepramukaan. Sumpah janji kesetiaan kita diendorse kembali. Apa yang kurang kita tambahkan, yang belum lengkap, dilengkapi,” tandasnya. (*)






