Minut– Wakil Gubernur membuka secara resmi penilaian kinerja penurunan stunting tahun 2024 di Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (28/5/2024).
Dia meyakini upaya menekan stunting di tiap daerah sudah dilakukan secara maksimal. Namun dari hasil penilaian, ada beberapa daerah yang prevalensi stuntingnya mengalami kenaikan.
Sehingga itu dirinya meminta agar semua pihak terkait di Sulawesi Utara lebih bersemangat dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah-daerah se-Sulut. Terlebih Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan prevalensi stunting.
“Berarti smangat ikhtiar kita harus lebih ditingkatkaan lagi,” ucap Wagub Kandouw.
Sementara daerah yang sukses menurunkan angka stunting, diminta tidak lengah dan tetap fokus. “Karena lebih susah mempertahankan dari pada merebut,” pesannya.
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
- Semangat Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Sinergi dan Keandalan Listrik Bersama Stakeholder di Boltim
- Momen Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Unit Layanan Pelanggan Manado Utara Hadir Lebih Dekat: Mendengar, Mengapresiasi, dan Tumbuh Bersama Pelanggan
Wagub Kandouw meminta agar tidak cepat-cepat menyalahkan penilaian tapi hasil ini justru jadi pelecut semangat untuk lebih meningkatkan upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini.
“Berarti masih ada cela-cela yang perlu kita upayakan lagi, konsolidasi lagi,” kata Wagub Kandouw.
Menurutnya sosialisasi masalah stunting harus lebih gencar dilakukan dengan melibatkan semua unsur terkait. Lebih fokus lagi dan bekerja lebih keras.
Wagub Kandouw juga mengusulkan agar kampanye dilakukan secara masif bukan hanya pada orang tua tapi juga generasi z. Karena dari pengamatannya di setiap acara pemuda, tidak pernah disinggung masalah stunting.
“Kita harus kampanyekan ini di kalangan generasi z. Sosialisasinya bikin melalui even-even kepemudaan,” terang dia.
Turut hadir tim penilai stunting, Kepala BKKBN Perwakilan Sulut, Kepala Bappeda Sulut, Ketua dan pengurus TP PKK Sulut dan Kabupaten/Kota. (*/J.Mo)







