Manado-Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw lakukan Pertemuan Perdana Bimbingan Belajar Tes Seleksi Sekolah Kedinasan. Di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Selasa (11/04/23).
Hal ini menjadi agenda khusus bimbingan Belajar persiapan pendaftaran Sekolah Kedinasan 2023 yang di dampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut Clay Dondokambey dan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Grace Punuh.
Pada kesempatan itu, Wagub Steven Kandouw meminta para pelajar untuk memanfaatkan program bimbingan belajar ini.
Wagub Steven menceritakan pengalaman mengikuti bimbingan belajar di tahun 1988, dimana ia harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit.
- Didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Sangihe, Bupati Michael Thungari Hadiri Perayaan HUT Ke-163 Jemaat Gmist Yerusalem Enemawira
- Banggar Dan TAPD Provinsi Sulut Terus Membedah Rincian Komponen Anggaran, Pembahasan Perubahan KUA-PPAS 2026 Mulai Running
- Urus Keperluan Pertanahan, Masyarakat Manfaatkan Sentuh Tanahku untuk Akses Informasi dan Layanan
“Tahun 1988, saya ikut bimbel dulu untuk jurusan sosial. Relatif cukup mahal. Hari ini, inisiatif dan impian Pak Gubernur Olly Dondokambey, banyak anak-anak Sulut ikut sekolah kedinasan. Sehingga Pak Gubernur memberikan bimbel gratis untuk semua siswa,” ujar Wagub Kandouw diikuti riuh tepuk tangan para peserta bimbel.
Wagub Kandouw meminta para pelajar untuk manfaatkan program ini dengan baik.
“Saya tau persis, di bimbel minimal 5-10 juta. Nah ini, gratis. Jadi ade-ade manfaatkan dengan baik bimbel ini karena ujian tes masuknya susah. Sehingga butuh persiapan. Tidak tiba saat tiba akal. Kalau ada tekad dan persiapan yang baik termasuk dapat bimbel, saya yakin kalian semua akan lulus. Karena sekarang sudah tidak ada lagi pakai jalur-jalur tikus,” ujar Wagub mengingatkan kembali.
Yang terpenting, tambah Wagub Steven, semua pelajar harus mengutamakan Tuhan Yang Maha Esa.
“Yang utama, tetap andalkan Tuhan. Tidak ada kata terlambat, tidak ada kata menyerah. Kalau belum lulus, tahun depan ikut lagi agar banyak putra putri Sulut nanti tersebar di seluruh Indonesia,” tutup Steven Kandouw. (J.Mo/*)





