Manado– Wakil Gubernur Sulawesi Utara hadir dalam Rapat Pleno VIII Wanita Katolik Republik Indonesia DPD Sulawesi Utara yang digelar, Sabtu (27/1/2024) di Kota Manado.
Wagub dalam sambutannya menyampaikan sangat antusias dapat hadir dalam kegiatan bersama WKRI DPD Sulut sebagai bagian dari organisasi dalam umat. Dimana Pemerintah hadir dan saling bekerja sama dan menunjang dengan semua komponen masyarakat.
Pada kesempatan ini dia menyampaikan beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian WKRI DPD Sulut.
Yang pertama mengenai pertanian. Pasalnya semenjak covid-19, sektor yang mampu bertahan adalah pertanian, sehingga itu Pemerintah Provinsi Sulut menggalakan program Mari jo Bakobong. Disampaikan Wagub Kandouw untuk di Sulut perempuan memiliki peranan penting dan sangat gemar dalam berkebun.
- Semangat Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Sinergi dan Keandalan Listrik Bersama Stakeholder di Boltim
- Momen Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Unit Layanan Pelanggan Manado Utara Hadir Lebih Dekat: Mendengar, Mengapresiasi, dan Tumbuh Bersama Pelanggan
- Ondang Dan Tumundo Mundur, Michael Sondakh Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Kwarcab Bitung
“Mudah-mudahan ini menjadi perhatian wanita katolik untuk terus menggalakan pertanian,” ucapnya.
Selanjutnya, Steven Kandouw juga menyampaikan masalah nasional termasuk juga di Sulut yakni stunting. Dimana untuk Sulawesi Utara prevalensi stunting mencapai 17 persen.
“Mudah-mudahan salah satu program wanita katolik juga memperhatikan gizi, untuk ibu hamil dan anak-anak karena ini luar biasa penting,” imbuh Wagub Kandouw.
Lebih lanjut Wagub Kandouw mengapresiasi kualitas dan partisipasi gender perempuan di Sulut. Meski begitu, dia mengingatkan untuk tidak melupakan tugas dan kewajiban ibu-ibu dalam keluarga.
“Bisa menjadi bunga penyejuk di tengah keluarga, tetaplah menjadi inspirasi bagi anak-anak dan teruslah mengajarkan hal-hal positif tentang takut akan Tuhan,” tandas dia.
Turut hadir tokoh agama Katolik serta pengurus dan segenap anggota WKRI.(*)







