Bandar Lampung-Hanya sehari setelah ditetapkan oleh DPRD Morowali Utara (Morut) sebangai pasangan Bupati Morut bersama Wakilnya H Djira K SPd MPd, untuk periode kedua. Bupati Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, langsung tancap gass untuk merealisasikan program-program unggulannya, dalam masa kepemimpinan di periode 2025-2030 ke depannya.
Pada Rabu (12/02/2025), Bupati Delis terbang ke Bandar Lampung untuk studi tiru, terkait pengembangan Usaha Mikto Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab Bandar Lampung mencatat prestasi-prestasi gemilang di bidang pembinaan UMKM.
Salah satu acara yang diikuti oleh Bupati Delis di Ibu Kota Provinsi Lampung tersebut, adalah audiensi dengan Wali Kota Bandar Lampung, Hj Eva Dwiana.
Menurut Delis, pihaknya belajar di Bandar Lampung tentang program-program pro-rakyat dan keberhasilan dalam mengembangkan UMKM, bagaimana mensupport keuangan dan support lainnya yang diberikan Pemda dalam rangka mendampingi, sehingga UMKM berkembang dan terus naik kelas.
- Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen Ucapkan Selamat HUT Ke-81 RI : Mengajak Masyarakat Untuk Terus Menjaga Semangat Kemerdekaan
- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe Gelar Uapacara Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Di Lapangan Gelora Santiago Tahuna
- Peringati HUT RI ke 81, DPC PDIP Kota Bitung Gelar Berbagai Lomba di Kediaman Mantiri Tangkudung
Disamping itu juga banyak hal yang dipelajari terkait progam pro-rakyat, seperti bidang Kesehatan Pendidikan dan Kesra, yang bisa diterapkan dalam membangun Morut dengan sasaran utama, mewujudkan masyarakat Morut yang dua kali lebih Sehat, lebih Cerdas dan lebih Sejahtera (SCS).
Dalam program SCS jilid dua untuk lima tahun ke depan, Pemda Morut di bawah kepemimpinan Delis-Djira (DIA) memiliki program prioritas, yakni mengembangkan UMKM melalui berbagai cara yakni support keuangan dan pendampingan-pendampingan lainnya agar UMKM bisa lebih cepat berkembang dan naik kelas.
Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung, Hj Eva Dwiana, mengakui, UMKM adalah ikon Kota bandar Lampung yang berpenduduk sekitar 1,3 juta jiwa itu.
“UMKM menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah ( PAD) yang penting di Bandar Lampung, dan UMKM berpotensi besar untuk mengakselerasi peningkatan kesejahteraan di masyarakat,” ujarnya. (RoMa/Ryo/NAL)








