MANADO – Industri pariwisata Kota Manado mulai menggeliat kembali, meskipun belum normal setelah sempat vakum akibat pandemi Covid-19.
Memasuki adaptasi baru industri pariwisata Manado, para pelaku usaha wisata harus terus dibekali dengan ilmu untuk meningkatkan pengelolaan pariwisata yang profesional.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Manado Dra Neivy Lenda Pelealu MSi melalui Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan dan Sumber Daya Pariwisata Steven Runtuwene SSos, saat membuka kegiatan Uji Kompetensi Biro Perjalanan Wisata, di Sintesa Peninsula Hotel, Selasa (17/10).
Menurutnya, sebagai salah satu pelaku usaha yang berhubungan langsung dengan industri pariwisata, biro perjalanan wisata harus memiliki kompetensi di bidang pariwisata.
- Info Update Agenda DPRD Sulut Hari Ini : Ibadah Rutin Keluarga Besar DPRD Sulut, Hingga Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Pertanggung Jawaban APBD Dan RDP Bersama Mitra Kerja
- Erupsi Gunung Karangetang Kembali Terjadi, Plt. Bupati Heronimus Makainas Imbau Masyarakat Tetap Waspada
- National Series 2 Kejuaraan Terbuka Panjat Tebing Piala Walikota Manado 2026 Resmi Ditutup
“Biro perjalanan wisata harus memliki kompetensi karena selalu berhubungan langsung dengan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Karena, nama baik Kota Manado ada ditangan biro perjalanan sehingga perlu diseleksi dan diuji secara ketat apakah layak sebagai biro perjalanan wisata,”tandas Runtuwene.
Dikatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado memberikan peluang bagi biro perjalanan untuk mempromosikan serta mendatangkan wisatawan ke Manado.
“Pemerintah tentunya memberikan peluang seluas-luasnya kepada biro perjalanan wisata untuk berkreasi menarik banyak wisatawan datang berwisata di Manado, meskipun saat ini terbatas karena adanya pandemi Covid-19,”tukas Runtuwene, seraya berharap biro perjalanan wisata di Manado menjadi perusahaan yang profesional. (*)






