Sulut-Kemendukbangga/BKKBN secara resmi meluncurkan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Peluncuran TAMASYA dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri,Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Sosial, serta Kementerian Ketenagakerjaan.
Program TAMASYA dirancang sebagai inovasi pengasuhan yang terintegrasi, untuk membantu keluarga Indonesia, khususnya orang tua bekerja, agar tetap produktif tanpa mengabaikan tumbuh kembang anak.
Adapun acara peluncuran Program TAMASYA dilakukan secara hybrid dan untuk wilayah Sulawesi Utara di pusatkan di Tempat Pengasuhan Anak (TPA) Manado Happy Land.
Menteri Dukbangga/BKKBN RI Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd dalam sambutannya menjelaskan Tamasya hadir sebagai solusi atas kerentanan keluarga dan pemanfaatan bonus demografi. Program ini dirancang untuk memastikan praktik pengasuhan anak yang positif di TPA, membangun komitmen pemangku kepentingan, serta memperkuat sinergi lintas sektor demi layanan pengasuhan yang berdaya dan berkelanjutan.
“Supaya anak-anak punya hak atas masa depan. Orang tuanya bisa bekerja, sementara anaknya tetap mendapat sentuhan kasih sayang. Semua berjalan bersama, everybody happy,” ujar Menteri.
Pada kegiatan peluncuran program TAMASYA Menteri menyapa Provinsi Sulawesi Utara yang disambut meriah oleh anak-anak dan semua peserta yang ikut pada kegiatan peluncuran Program Tamasya.
Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili oleh Sekretaris TP-PKK Provinsi Sulut Ny. DR. Merry Mailangkay-Kalalo, SH.MH dan Tim turut hadir pada acara peluncuran Program TAMASYA secara hybrid.
Ny. DR. Merry Mailangkay-Kalalo, SH.MH dalam sambutan menyampaikan apresiasi dan komitmen penuh TP-PKK dalam mendukung program Tamasya, yang sejalan dengan Visi Gerakan PKK khususnya di bidang Pokja 1 dan 2.
“Program TAMASYA dapat memberikan layanan pengasuhan yang terintegrasi, membantu orang tua yang bekerja untuk tetap produktif sambil memastikan anak anak mendapat perhatian, perlindungan dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.” Ujar DR Merry Kalalo.
Ditegaskan bahwa TP-PKK menjadi mitra strategis dalam mengedukasi para orang tua dan menjadi jembatan penghubung yang baik dalam pengasuhan anak, karena anak adalah harta yang paling berharga dan harus diasuh dengan cinta dan tanggung jawab bersama.
Melalui program ini, Kaper Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulut dr. Jeanny Yola Winokan, MAP berharap dapat menciptakan lingkungan pengasuhan anak yang aman, nyaman dan edukasi, guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus membantu para orang tua bekerja dengan tenang.
Peluncuran Program TAMASYA Kota Manado dihadiri juga oleh Dinas Dukcapil Provinsi Sulut, Dinas P3 Daerah Provinsi Sulut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Provinsi Sulut, Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulut, Kadis PPKB Kota Manado, Ir. Mecky Gosal, M.Si, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota manado, Kepsek TPA Tamasya Happy Land Deysi Sonya Rumondor,S.Pd, dan Pengelola TPA Iradat dan TPA Rajawaliku. (*J.Mo)








