Parigi – Satgas Madago Raya kembali melakukan penyebaran foto empat DPO Teroris Poso, penyebaran kali ini di fokuskan pada tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, dimana ketiga Kecamatan tersebut dianggap rawan sehingga diharapkan masyarakat dapat mengenali dari ke empat buruan aparat TNI-Polri.
Wakasatgas Humas Ops Madagoraya AKBP Bronto Budiyono memimpin langsung penyebaran brosur dari kecamatan Sausu kemudian berlanjut di kecamatan Balinggi dan kecamatan Torue.
“Satgas Madago Raya hari ini melakukan penyebaran selebaran Empat orang DPO teroris Poso, dengan harapan warga yang mendapat info atau melihat keberadaan mereka bisa melaporkan ke pihak aparat TNI-Polri yang terdekat,” kata Bronto kepada wartawan, Kamis (07/10/2021).
Masyarakat yang mengetahui keberadaan keempat DPO teroris Poso diminta segera melapor kepada aparat TNI-Polri terdekat.
- Gerak Cepat Pemprov Sulut Antisipasi Kebakaran Hutan di Gunung Soputan, Lintas Instansi Dikerahkan
- Joune Ganda Jadikan Disiplin Polisi Cilik sebagai Cermin Kinerja ASN pada Parade HUT RI ke-81
- Reses Irene Golda Pinontoan Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Mendorong Pembangunan Kota Manado
Dengan tewasnya Ali Kalora dan Jaka Ramadhan akibat kontak tembak beberapa minggu yang lalu, kelompok MIT Poso tinggal menyisakan empat orang, mereka adalah Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, dan Suhardin alias Hasan Pranata.
Keempatnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka saat ini diduga masih bersembunyi di wilayah hutan pegunungan Parigi dan Poso, setelah Ali Kalora dan Qatar tewas tidak ada lagi pemimpin MIT di Sulteng,
“Sekarang tersisa empat orang lagi, saya berharap mereka mau menyerahkan diri secara baik-baik atau mati tertembak oleh Satgas, kita tetap akan mengejar sampai tuntas, sehingga wilayah Sulteng bebas dari aksi teroris terutama di kabupaten Poso, Parimo dan Sigi,” tutup Bronto.(*/Johnny)






