Sulut-Ratusan ton beras disiapkan pemerintah provinsi Sulawesi Utara di bawah komando langsung Gubernur Yulius Selvanus, untuk menekan inflasi dan menjaga ketahanan pangan daerah.
Bukti nyata komitmen Gubernur pilihan rakyat utusan Presiden Prabowo ini terhadap warga Nyiur Melambai, Jumat (18/7/2025) pagi tadi, di halaman Kantor Gubernur Provinsi Sulut secara resmi meluncurkan program penyaluaran beras ke 15 Kab/Kota, bekerja sama dengan Bulog dan Badan Pangan Nasional.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi pangan, sesuai arahan Presiden RI dan mendukung program nasional Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP),” ujar Gubernur Yulius.
Dimana sasaran utama distribusi adalah masyarakat berpendapatan rendah, serta wilayah-wilayah yang terdampak lonjakan harga bahan pokok.
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
Gubernur Yulius menegaskan bahwa penyaluran beras ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah daerah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga pangan.
“Penyaluran ini bukan sekadar distribusi beras, tetapi bentuk nyata kehadiran negara di pemerintah di tengah masyarakat. Pemerintah hadir untuk memastikan setiap warga memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan terjangkau,” ujarya.
Selain itu, penyaluran beras ini juga bertepatan dengan persiapan masyarakat Sulut dalam menyambut momentum Pengucapan Syukur, sehingga diharapkan dapat meringankan beban masyarakat.
Gubernur Yulius pun mengajak semua pemerintah daerah untuk mengawal distribusi ini dengan baik dan tepat sasaran.
“Saya berharap sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus terjaga, demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara,” tegasnya. (*/J.Mo)








