Bitung- Kelangkaan BBM jenis solar di kota Bitung, yang dibuktikan dengan panjangnya antrian di sejumlah SPBU, mendapat perhatian dari DPRD Kota Bitung.
Ketua DPRD Kota Bitung , Vivi Ganap, SE mengatakan, pihaknya akan menyurat ke Gubernur terkait dengan permasalahan kelangkaan BBM jenis solar ini. “Kami banyak menerima aduan masyarakat terkait antrian yang berjam-jam di di SPBU. Oleh karenanya, kami akan menyurat ke Gubernur terkait masalah solar subsidi ini,” tegas Ganap saat memimpin rapat gabungan komisi bersama Pemkot, Pertamina dan pemilik SPBU, Selasa (3/3/2026).
Anggota DPRD Bitung lainnya mempertanyakan peran Pertamina terkait pengawasan di SPBU. Menurut Ramalan Irfan, anggota komisi III, aturan distribusi BBM ini sangat jelas. Hanya saja penindakan dari Pertamina dan aparat penegak hukum belum terlihat jelas. Sementara itu, personil komisi III, Alexander Wenas mengatakan, Pertamina terkesan sengaja melakukan pembiaran terhadap distribusi BBM yang menurutnya bermasalah.
Senada juga dikatakan personil komisi III lainnya, Rafika Papente. “Sangat ironis karena di jalan-jalan banyak penjualan BBM di botol. Sementara di SPBU harus antri panjang. Ini ada apa. Padahal lokasi depot Pertamina ada di Bitung,” kata Papente.
- PLN Siap Optimalkan Energi Surya, PLTS 100 GWp Dorong Efisiensi dan Penguatan Energi Domestik
- Kinerja UPTD Pendapatan Wilayah XII Morut Tunjukan Tren Positif, Masih Tri Wulan III, Realisasi PKB Tembus 104 Persen
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga wilayah Sulut-Gorontalo, Agung Afrizal yang hadir dalam rapat tersebut mengatakan, kuota bio solar untuk kota Bitung pada tahun 2025 lalu sebanyak 28.695 kilo liter (KL). Sementara untuk tahun 2026 ini menurutnya naik menjadi 29.293 KL. “Penyaluran bio solar sesuai jumlah roda kendaraan dan plat nomor. Roda 4 plat hitam 60liter/hari. Roda 4 plat kuning, 80 liter. Roda 6 ke atas, maksilam 200 liter perhari. Kecuali untuk pertambangan dan perkebunan. Semua sudah QR kode,” kata Agung.
Usai rapat, Agung yang coba dimintai keterangan terkait kelangkaan BBM jenis solar subsidi di Bitung ini, enggan memberi keterangan dan terus berjalan keluar ruangan rapat di DPRD meski sudah dikejar sejumlah wartawan dengan berbagai pertanyaan. Terlihat Agung berbicara dengan perwakilan SPBU di halaman kantor DPRD Bitung. (hzq)





