Pimpin Apel Penanggulangan Karhutlah, Honandar Sebut Hutan Dan Lahan Anugerah Tuhan Yang Harus Dijaga

oleh -1084 Dilihat

Bitung-Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E mengatakan, hutan dan lahan adalah anugerah Tuhan bagi manusia, yang harus dijaga dan dilestarikan. Hal itu dikatakan Honandar, saat memimpin apel gelar pasukan kesiapsiagaan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan ahan (Karhutla), di lapangan Sari Cakalang, Kamis (3/9/2026) pagi.

Selain menjadi penyangga keseimbangan ekosistem, kata Honandar hutan memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air, kualitas udara, keanekaragaman hayati serta menjadi sumber kehidupan masyarakat. Apel yang diselenggarakan oleh Kodim 1310 Bitung tersebut, diikuti oleh personel TNI-Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung, BPBD Kota Bitung, BNPB, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan, serta para camat.

Honandar menegaskan, apel gelar pasukan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bukti nyata kesiapsiagaan dan sinergi terpadu antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh komponen terkait dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat, menghambat aktivitas sosial dan ekonomi, mengganggu transportasi serta berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar apabila tidak segera ditangani,” kata Honandar. Kondisi cuaca yang cenderung kering dan meningkatnya potensi kebakaran menurutnya menuntut seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan. Karena itu, ia menekankan penanganan Karhutla harus dilakukan secara serius, cepat, terpadu dan berkelanjutan.“Jangan Tunggu Api Membesar baru dipadamkan,” tegasnya.

Honandar berpesan kepada seluruh pasukan gabungan agar tidak menunggu api berkembang menjadi lebih besar. Lakukan pemadaman, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Peningkatan patroli di wilayah rawan serta pembangunan kepedulian bersama harus terus diperkuat, tukasnya sembari mengajak seluruh masyarakat Kota Bitung menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla, dengan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, tidak melakukan pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Apabila menemukan asap, titik api atau indikasi terjadinya kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat atau pihak terkait agar dapat ditangani secepat mungkin. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan kita dalam mencegah dan menangani Karhutla. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran,” pungkasnya.

Usai apel, Wali Kota Hengky Honandar bersama Dandim 1310/Bitung Dewa Made DJ, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., serta jajaran Forkopimda melakukan pengecekan kendaraan dan sarana pendukung yang disiapkan untuk penanggulangan Karhutla. (hzq)

No More Posts Available.

No more pages to load.