Minut-RSUD Walanda Maramis kini tampil dengan wajah baru yang lebih ramah, nyaman, dan modern. Di balik perubahan ini, ada gebrakan kreatif sang Direktur, dr Alain Vincent Beyah, lewat program bertajuk ‘Siram Mawar’ atau Strategi Inovasi Rawat Inap Membangun Maria Walanda Maramis.
Program ini tidak sekadar mempercantik fasilitas, tetapi juga merombak total pendekatan pelayanan.
Ruang rawat inap diperbarui mengikuti standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang akan segera diberlakukan BPJS Kesehatan, menghapus sistem kelas lama dan menghadirkan kesetaraan fasilitas bagi seluruh pasien.
“Semua pasien mendapat ruang dengan fasilitas setara mulai dari pendingin ruangan, kamar mandi, televisi, hingga infrastruktur penunjang lainnya. Dalam satu ruangan ada enam pasien, tanpa pembedaan kelas,” jelas dr Alain, Senin (11/8/2025).
- Wali Kota Caroll Senduk Pimpin Apel Gelar Pasukan, Pastikan Kesiapan Pengamanan TIFF 2026
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
Tak hanya fisik, sumber daya manusia juga dibenahi. Tenaga kesehatan dilatih khusus agar mampu memberikan pelayanan yang ramah, responsif, dan sigap menangani keluhan pasien.
“Kami menjual jasa, jadi kenyamanan pasien adalah prioritas utama,” tegasnya.
Sejak ‘Siram Mawar’ berjalan, jumlah kunjungan pasien meningkat signifikan.
Manajemen rumah sakit pun terus memaksimalkan pembenahan di semua sektor dengan memanfaatkan alokasi anggaran yang ada, sambil mengajukan dukungan tambahan pada APBD 2026.
“Pelan-pelan kami penuhi, dengan komitmen bersama. Harapannya, pengusulan anggaran bisa terakomodir agar pembenahan bisa berlanjut,” pungkas dr Alain. (T3)






