Kediri-Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Mohammad Nuh, menyampaikan Forum Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar PBNU di Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, telah menyepakati pelaksanaan muktamar dalam waktu dekat.
Nuh mengungkapkan PBNU menyambut baik hasil kesepakatan forum konsultasi tersebut sebagai bagian dari ikhtiar menjaga ketertiban organisasi dan demi keutuhan jam’iyah.
“Forum ini berjalan dengan khidmat dan penuh kebijaksanaan. Ada kesepahaman bersama untuk melangkah ke depan secara konstitusional,” katanya dalam keterangan yang dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan kesepakatan yang dicapai akan ditindaklanjuti melalui mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU serta peraturan perkumpulan yang berlaku.
Langkah-langkah teknis akan disiapkan oleh PBNU agar pelaksanaan muktamar dapat berlangsung tertib, sah, dan bermartabat.
“PBNU siap melaksanakan muktamar sebagaimana yang telah dicanangkan, dan itu akan dilakukan dalam waktu segera,” katanya.
Nuh juga menambahkan Rais Aam dan Wakil Rais Aam telah menunjukkan sikap kebesaran jiwa dengan memberikan maaf atas permohonan maaf Ketua Umum PBNU yang dinilai tidak cermat dan ceroboh karena telah mengundang Peter Berkowitz dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU).
Sikap tersebut, menurut Nuh, dipandang sebagai bagian dari tradisi NU yang mengedepankan akhlak, tabayun, serta penyelesaian masalah secara arif.
“Semangat yang dibangun adalah kebersamaan dan menjaga keutuhan organisasi,” ujar Nuh.
PBNU berharap seluruh warga nahdliyyin dan jajaran kepengurusan di semua tingkatan dapat menjaga suasana kondusif serta mempercayakan proses organisasi kepada mekanisme yang telah disepakati bersama.
Rapat konsultasi yang diinisiasi oleh Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut dihadiri oleh Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar beserta jajaran Pengurus Syuriyah PBNU,
yaitu K.H. Abdullah Kafabihi, K.H. Mu’adz Thohir, K.H. Imam Buchori, K.H. Idris Hamid, H. Muhammad Nuh, Gus Muhib, dan Gus Yazid.
Hadir pula Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif.
Selain itu, hadir Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf beserta jajaran Pengurus Tanfidziyah PBNU, H. Amin Said Husni.
Sementara itu, jajaran Mustasyar PBNU yang hadir antara lain K.H. Ma’ruf Amin, K.H. Anwar Manshur, K.H. Nurul Huda Djazuli, K.H. Abdullah Ubab Maimoen, dan K.H. Machasin. (*/nav)














