Morut-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Morowali Utara (Morut), Ir Musda Guntur MM, membuka secara resmi rapat, terkait pembentukan Kampung Pancasila di wilayah Kabupaten Morut, diruang pola kantor Bupati Morut, Kamis (11/07/2024).
Kampung Pancasila di bentuk, bertujuan untuk mempromosikan dan memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat yang ada di tingkat Desa.
Sekda Musda, mengatakan, ada sejumlah syarat yang menjadi dasar dibentuknya kampung Pancasila. Syarat tersebut yakni adanya pembinaan warga, Karang Taruna, ketahanan pangan, serta UMKM.
“Kampung Pancasila yang dibentuk, harus menggambarkan Pluralisme yang mencerminkan keaneka ragaman, baik suku, agama, dan kebudayaan yang ada di dalam masyarakat, ” ujarnya.
- Banggar Dan TAPD Sulut Rampungkan Pembahasan Perubahan KUA-PPAS 2026 : Penandatanganan Nota Kesepakatan Siap Diparipurnakan
- BI Sulut Raih Dua Penghargaan dari Pemkot Tomohon, Kontribusi di TIFF 2026 Diapresiasi
- Wali Kota Caroll Kenang 40 Tahun Pengabdian Theodorus Kalumata, Teladan bagi Generasi Penerus
Rencananya, ada empat Desa yang akan menjadi kandidat pembentukan kampung Pancasila di Morut. Desa dimaksud, yaitu Desa Korololaki, Ungkea, Lembontonara, serta Dolupo Karya.
Sementara itu, Kasdim 1311/Morowali, Mayor Arm Nofry Poli, sangat berharap, kampung Pancasila yang ada di Morut nantinya, dapat berkompetisi di kancah Nasional, berkaitan dengan keberagaman yang ada didalamnya.
” Kita harus menampilkan kampung Pancasila ini di kancah Nasional. Ini harus bisa menjadi contoh bagi kampung lain yang ada”, harap Nofry sapaan akrabnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasat Binmas Polres Morut, AKP I Wayan Sedana, sejumlah Pejabat TNI/Polri, Pimpinan OPD dijajaran Pemda Morut, para Camat dan Kepala Desa (Kades). (Diskominfo/NAL)







