SITARO-Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Denny Kondoj, memimpin langsung upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di halaman Kantor Bupati Sitaro, Rabu (1/10/2025).
Upacara berlangsung khidmat dan penuh makna, diikuti oleh unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sitaro Lesly Makainas-Sasiwu, para ASN, TNI/Polri, serta perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Sitaro.
Dalam peringatan tahun ini, pemerintah mengangkat tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya.” Tema tersebut menegaskan kembali peran penting Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa yang mampu memersatukan seluruh elemen masyarakat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
Sekda Denny Kondoj dalam amanatnya menyampaikan bahwa momentum Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan saat yang tepat untuk merenungkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
- DPRD Bitung Perpanjang Masa Kerja Pansus Ranperda Penyertaan Modal Di Perumda Air
- Sambut Siswa Baru, SDN Babakansari Gelar MPLS Unik Dengan Semangat Literasi Finansial dan Kearifan Lokal
- Pertama Kali Dipresentasikan di KADIN Pusat, TIFF 2026 Bikin Pengurus Nasional Terpukau: Tomohon Siap Jadi Magnet Investasi
Baca:Bupati Chyntia Pimpin Upacara HUT ke-61 Provinsi Sulut di Sitaro
“Pancasila adalah perekat bangsa. Semangat gotong royong dan persatuan yang terkandung di dalamnya harus terus kita pelihara dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Kondoj.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda agar semangat cinta tanah air dan persatuan tetap terjaga.
“Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkokoh semangat kebangsaan, menjaga persatuan, dan bersama membangun Sitaro yang maju dan damai,” tambahnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Sitaro tahun ini ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan ideologi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. (*Ighel)








