oleh

Sangadi dan Warga Matandoi Selatan Sebut Lokasi Teluk H2M Tidak Ada Pengrusakan dan Penolakan

-Bolsel-583 Dilihat

BOLSEL-Terkait keberadaan lokasi wisata Teluk H2M di Desa Matandoi Selatan, Kecamatan Pinolosian Timur-Kabupaten Bolmong Selatan, warga setempat menegaskan bawa tidak ada penolakan dan pengrusakan lahan sebagaimana pemberitaan yang beredar di media sosial.

Sejumlah warga Matandoi bahkan mengaku sangat antusias dan mendukung pembangunan lokasi wisata teluk H2M.

“Kami sangat mendukung pembangunan teluk H2M hingga saat ini. Tidak ada perusakan lahan dan lingkungan, apalagi melakukan aksi penolakan seperti yang diberitakan belum lama ini, ” ujar Tamri Damopoli kepada media ini, Senin 10 Juli 2023.

Beberapa warga bahkan menilai dengan adanya pembangunan teluk H2M, justru bisa menangkal terjadinya abrasi pantai.

“Sudah dari dulunya memang lokasi ini bebatuan, dan tambatan perahu. Jadi tidak ada penimbunan pantai ” timpal beberapa warga setempat.

Seorang warga lainnya bernama Jasman Damopolii mengaku sejak awal menjaga lokasi tersebut, ia tidak pernah melihat adanya penolakan atau perusakan pohon dan pantai.

“Sudah 10 tahun saya disini, tidak ada yang namanya pengrusakan alam, apalagi demo penolakan dari warga sekitar, “ungkap Jasman.

Menurut Jasman, lahan itu awalnya milik bapak Samsul, yang kemudian dibeli oleh Almarhum Herson Mayulu (H2M).

“Lahan itu dibeli dari pak Samsul oleh Almarhum, dan setahu saya belum beralih kepemilikan, ” ujar Jasman.

Sementara itu, Kepala Desa Matandoi Selatan, Kasran Paputungan mengatakan bahwa masyarakat sekitar sangat mensupport pembangunan tempat wisata Teluk H2M.

“Kami warga Desa Matandoi sebenarnya sangat bersyukur dengan adanya pembangunan tempat wisata H2M, “ujar Sangadi.

Dengan adanya teluk H2M, kata Sangadi, masyarakat desa sekitar banyak terbantukan, lapangan kerja terbuka dan warga bisa berjualan di lokasi wisata.

“Saya selaku kepala desa, tentunya sangat mensupport pembangunan teluk H2M. Artinya, dengan adanya destinasi wisata, secara otomatis dapat mendongkrak ekonomi di desa. Selain itu, kedepannya bisa meningkatkan pendapatan desa, “ungkap Paputungan.

Sangadi juga menegaskan, bahwa hingga detik ini, ia meyakinkan tidak ada masyarakatnya yang kontra dengan pembangunan teluk H2M.

“Masyarakat justru sangat mendukung, karena seiring berkembangnya pembangunan wisata, maka potensi ekonomi sejahtera bisa semakin terwujud, ” beber Sangadi.

Terpisah, Aktivis Ormas Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Robby Manery menilai, jika memang benar terjadi reklamasi ilegal, seharusnya media terkait bisa memaparkan secara gamblang dan jelas.

Apalagi, kata Robby, ada isu masyarakat Desa Matandoi menggelar aksi demo di gedung Kejagung RI, maka ini perlu diselidiki lebih lanjut.

Namun sebaliknya, jika pemberitaan itu mengandung unsur tendensius atau ada muatan lain, maka dirinya meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan menindak sesuai hukum yang berlaku.

“Dan jika pemberitaan itu hoax, maka saya mendorong pihak berwajib untuk turun tangan, karena sudah ada unsur pembohongan publik, ” ketus Obby, sapaan akrab Robby Manery. (Wdr)