Salindeho Pimpin Langsung Pemeriksaan Bak Penampung Air Baku di Hutan Tendeki Yang Tertimbun Pasir

oleh -744 Dilihat

Bitung-Akibat curah hujan yang cukup deras dalam beberapa hari ini, mengakibatkan bak penampung air baku milik Perumda Air Duasudara Bitung, tertimbun pasir dan tanah. Akibatnya, pelayanan air bersih kepada masyarakat, sedikit terganggu karena air yang keluar berwarna kecoklatan.

Menindak lanjuti hal tersebut, Direktur Perumda Air Duasudara Bitung, Alfred Salindeho, SE MM, Kamis (28/5/2026), memimpin langsung Tim Gangguan Unit Reaksi Cepat (URC) Perumda Air Minum Dua Sudara, dan turun ke lokasi yang ada di hutan Tendeki, melakukan pemantauan dan penanganan.

Dalam peninjauan tersebut, tim sempat menghadapi kendala menuju lokasi, karena harus melewati jalan terjal ditengah hutan dan menyusuri samping sungai dengan arus yang cukup deras, dibawa jembatan jalan Tol di Kelurahan Tendeki.

Dari hasil pemantauan tersebut, kondisi air masih terlihat keruh kecoklatan akibat tingginya curah hujan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Direktur Perumda Air Minum Duasudara,  Alfred Salindeho, SE MM mengatakan, kondisi cuaca ekstrem saat ini memang berdampak langsung terhadap operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) maupun fasilitas Saringan Pasir Lambat (SPL) yang menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan air bersih kepada masyarakat.

“Akibat dari curah hujan yang tinggi ini, membuat SPL Sagerat dan pompa 150 IPA Pinokalan serta pompa 250 IPA Pinokalan dan Bak 500 Danowudu belum ada pelayanan,” ujar Salindeho.

Ia menjelaskan, tingkat kekeruhan air baku yang sangat tinggi tersebut membuat proses pengolahan air tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Demi menjaga kualitas air yang akan disalurkan kepada masyarakat, pihak Perumda memilih menghentikan sementara pelayanan di sejumlah wilayah terdampak.

Meski demikian, tim teknis di lapangan terus bekerja ekstra melakukan penanganan agar pelayanan dapat segera dipulihkan.

Pihaknya kata Salindeho berharap kondisi hujan mulai reda hingga malam hari, maka proses normalisasi distribusi air bisa segera dilakukan, dan pelayanan dapat kembali normal. “Tim.kami terus bekerja keras di lapangan untuk penanganan gangguan ini. Mudah-mudahan kalau hujan reda, pelayanan bisa segera kembali normal. Mohon dukungan doa dari seluruh masyarakat,” jelas Salindeho.

Pihaknya juga kata ketua mantan direktur PT Indo Hong Hai tersebut, berharap para pelanggan yang terdampak agar bersabar dan memahami kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. “Gangguan ini murni disebabkan karena faktor alam yang mempengaruhi kualitas sumber air baku. Pelanggan diharapkan dapat memahami kondisi ini,” tukasnya.

Adapun wilayah yang terdampak akibat Pompa Timur 150 Off meliputi Perum Beverly, Perum Glory Residence, Perum Paron, Perum Regina, Lorong Cendana, Primkop, Rizky Girian Indah, Clifford dan Glory Land.

Sementara dampak dari Pompa Timur 250 Off menyebabkan gangguan pelayanan di wilayah Giper Lama, Mangga Dua Bawah dan Atas, Perumnas Blok C, Perum Riski Wangurer Lama, Perum Riski Wangurer Residence, Perumnas Blok F Muka dan Belakang, SMP Kristen serta Lembeh Permai.

Sedangkan gangguan pelayanan dari Bak 500 Danowudu berdampak pada sebagian wilayah Pinokalan Bawah, Perum Griya Permata Asri Pinokalan, Perum Villa Pinokalan, sebagian Aspol, Kompleks Gereja Immanuel Pinokalan, depan Aspol Pinokalan, Rizky Artadinata, Asri Dua, KNPI, Patung Kuda, Kompleks Samsat, kawasan perkantoran, ruko belakang Pompa Bensin Tangkoko hingga Sari Plaza.

“Kami dari Perumda Air Minum Duasudara akan terus mengintensifkan pemantauan di lapangan agar proses pelayanan dapat kembali berjalan normal secepat mungkin. Pelanggan dihimbau tetap menghemat penggunaan cadangan air yang masih tersedia sambil menunggu proses pemulihan distribusi dilakukan. Kami juga menyiapkan layanan dengan mobil tangki selama proses perbaikan dilalukan,” pungkasnya. (hzq)

No More Posts Available.

No more pages to load.