Minut-Di tengah dinamika geopolitik dunia dan arahan strategis nasional, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda tampil dengan pendekatan luar biasa dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Minut 2025-2029.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan penguatan layanan publik, RPJMD kali ini juga menyerap pengaruh global dan visi Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan.
“Minut tidak bisa jalan sendiri. Harus selaras dengan arah nasional dan peka terhadap situasi dunia,” tegas Bupati Joune. Selasa (1/7/2025).
Bupati Joune mengungkapkan, berbagai sektor pembangunan di Minut menunjukkan tren positif. Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai angka 77,04, menjadi bukti keberhasilan arah kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
- Dukung Pariwisata Global, PLN Siagakan Personel dan Backup Kelistrikan Berlapis di Likupang Tourism Festival 2026
- Penutupan Latsar Yantek Batch 1, PLN UP3 Tahuna Dorong Petugas Semakin Tangguh dan Profesional
“IPM Minut saat ini sudah di atas rata-rata provinsi maupun nasional, dan ikut mendorong peningkatan IPM Sulawesi Utara,” katanya.
Visi global Bupati Joune juga terlihat dari perhatiannya terhadap ketegangan di kawasan Timur Tengah yang bisa berdampak pada kondisi ekonomi lokal. Karena itu, ia menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi berbasis potensi lokal.
Mengikuti arahan Presiden Prabowo, strategi pembangunan Minut akan berfokus pada optimalisasi sumber daya daerah, termasuk sektor pertanian, perikanan, dan jasa.
“Kami akan maksimalkan penerimaan asli daerah dan kembangkan sektor-sektor produktif yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Di balik semua itu, Joune tetap menekankan pentingnya pelayanan publik yang prima dan prinsip pemerintahan yang bersih. “Good governance tetap jadi roh utama pembangunan,” tandasnya.
RPJMD Minut 2025-2029 bukan sekadar dokumen, tetapi peta jalan yang berpijak pada realitas lokal dan berorientasi global sebuah bukti bahwa pembangunan daerah bisa menjadi bagian dari narasi besar bangsa. (T3).





