BUNTA– Industri Nikel PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) yang beroprasi di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara,secara resmi memiliki training center sebagai tempat pelatihan dan pendidikan karyawannya,Sabtu (31/07/2021).
Gedung Training Center tersebut diresmikan oleh Mr. Jiang, Mis. Veve, Manager HRD Anto Erjanto, Penanggungjawab Teknik dan Lingkungan Dadan serta dihadiri sejumlah staf HRD dan karyawan lainnya. Peresmian ditandai dengan menghidupkan petasan oleh MR. Jiang.
Penanggungjawab Teknik dan Lingkungan Dadan mengatakan gedung Training Center tersebut akan dijadikan pusat pelatihan dan pendidikan bagi seluruh karyawan PT. GNI.
Hal itu sejalan dengan amanat Direksi Perusahaan dan semangat dari manajemen bahwa PT.GNI hadir ditengah masyarakat.
- 1 Tidak Lolos Bekas, 10 Calon Direksi Perumda di Bitung Akan Lanjut Tes Psikologi, Tertulis Dan Wawancara
- Dihadiri Honandar, Kodam XIII Merdeka Gelar Upacara Penyambutan Satgas Yonif 712/Wiratama, Purna Tugas Operasi Pamtas RI-PNG 2026
- Evaluasi Penggunaan APBD 2025, Banggar DPRD Bitung Dan TAPD Sepakat Prioritas Tingkatkan Pendapatan
“PT.GNI mempunyai komitmen untuk menjadikan karyawan sebagai aset yang paling berharga,” ujarnya.
Gedung tersebut akan digunakan oleh manajemen PT. GNI untuk terus melakukan pembinaan, pelatihan, dan hal-hal lain yang akan menambah kompetensi dan skil seluruh karyawannya.
“Insya Allah ruang traning ini kurang lebih berkapasitas 150 orang dan bukan hanya dijadikan ruang training mungkin nanti akan menjadi ruang serbaguna yang bisa digunakan dalam rekrutment karyawan,” jelasnya.
Sementara itu, Manager HRD Anto Erjanto mengatakan gedung Training Center yang baru diresmikan tersebut akan digunakan PT. GNI dalam pengembangan SDM calon maupun karyawan perusahaan tersebut.
“Calon karyawan akan menjalani pelatihan disini selama 1 bulan, kemudian bisa bekerja di lingkungan PT. GNI, disini nanti ada kelas bahasa mandarinnya juga,” tukasnya.
Sebagai tambahan informasi, PT GNI masih membutuhkan kurang lebih 5.750 orang karyawan pada tahun 2021yang akan ditempatkan di industri nikel tersebut dengan nilai Investasi 26 Triliun.
Saat ini baru tercatat sebanyak 5.250 orang karyawan tenaga lokal dari kebutuhan secara umum 11.000 orang tahun ini.
“PLTU sudah siap satu unit, bulan September dua tungku (Smelter) sudah running (beroprasi),” tutupnya. (VAN/Johnny)






