Bonebol-Sistem zonasi dalam Penerimaan siswa baru masih menjadi keluhan utama masyarakat Bone Bolango. Hal ini terungkap dalam reses Wakil Ketua DPRD Bone Bolango Azan Piola,SH,pada Rabu (14/05/2025).
“Yang selalu dikeluhkan masyarakat adalah sistem zonasi,” Ujar Azan.
Politisi asal PPP ini menegaskan tujuan zonasi sebagai upaya pemerataan pendidikan jangan sampai menimbulkan masalah baru.
“Ada tiga desa yang tidak tercover yakni Desa Moutong, Desa Butuh dan Desa Tunggulo,” tegas Azan, usai kegiatan reses hari pertama.
- Pemkot Kotamobagu Intensifkan Pemeliharaan Jalan di Berbagai Wilayah
- Pemprov Sulut Siap Biayai 50 Siswa Jadi Dokter, Sekprov Tahlis Gallang : Setiap Kabupaten/Kota Diberikan Kuota
- Bupati Michael Thungari Bersama Wabup Tendris Bulahari Hadiri Sekaligus Membuka Job Fair 2026 di Politeknik Nusa Utara Tahuna
Azan menyampaikan, pihaknya akan membahas kembali hal setelah mengundang lagi Kepala Dinas Pendidikan soal revisi Perbup (Peraturan Bupati). “Sebab ada anak-anak jarak sekolahnya lebih dekat ke SMP 1 Tilongkabila di banding SMP 2 Kabila,” ujar Azan.
Ini akan ditindaklanjuti kedepannya, sebab kata Azan,hal ini menyangkut jarak dari pada para peserta didik atau siswa di Bone Bolango.
Diketahui, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone Bolango, mulai melakukan reses di Daerah Pemilihannya (Dapil) masing-masing. Adapun untuk Dapil Kabila, Tilongkabila, Anggota DPRD Rakhmatiyah Deu, Amin N Nusi, Mohamad Fadly Hulukati, Romi Mohamad, Azan Piola, Yakub Tangahu, Zainudin Pedro Bau. (*Arr)








