Sulut – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw meraih penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai pemerintah daerah dengan kinerja dan sinergitas penanggulangan bencana terbaik di Indonesia.
Selain Sulut, provinsi lainnya yang menerima penghargaan tersebut diantaranya Papua Barat dan Sumatera Barat.
Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo pada penutupan Rakornas penanggulangan bencana tahun 2021 di Jakarta Rabu (10/3/2021).
Acara ini dihadiri secara virtual oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut Edison Humiang dan Kepala BPBD Sulut.
- Info Update Agenda DPRD Sulut Hari Ini : Ibadah Rutin Keluarga Besar DPRD Sulut, Hingga Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Pertanggung Jawaban APBD Dan RDP Bersama Mitra Kerja
- Erupsi Gunung Karangetang Kembali Terjadi, Plt. Bupati Heronimus Makainas Imbau Masyarakat Tetap Waspada
- National Series 2 Kejuaraan Terbuka Panjat Tebing Piala Walikota Manado 2026 Resmi Ditutup
Ada beberapa kategori lainnya yang turut mendapatkan penghargaan. Ada kategori dunia usaha, media, perseorangan dan organisasi kemasyarakatan, serta perguruan tinggi.
Rakornas Penanggulangan Bencana 2021 ini mengangkat tema “Tangguh Menghadapi Bencana”. Rapat ditutup Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
Muhadjir mengatakan, bencana alam bukan baru terjadi beberapa tahun belakangan ini. Kejadian serupa sudah sering terjadi sejak zaman dahulu.
Namun yang menarik, kata Muhadjir, adalah bagaimana nenek moyang kita menghadapi bencana kala itu. Dia mengusulkan agar BNPB merekonstruksi bagaimana orang-orang dahulu melakukan mitigasi bencana.
Kepala BNPB, Doni Monardo mengulangi beberapa penekanan Presiden RI Joko Widodo tentang pentingnya mitigasi dan pencegahan bencana.
Pemerintah daerah diminta agar dalam mengambil setiap kebijakan selalu sensitif terhadap kerawanan bencana.
“Bencana bukan semata musibah, tetapi harus dicegah. Petaka bagi mereka, dosa bagi kita yang telah abai dan lalai,” beberapa pesan bersajak Doni Monardo. (*/JM)








