Tomohon-Sepanjang tahun 2024 ini, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tomohon menyediakan berbagai program bantuan kepada masyarakat Kota Tomohon.
Untuk tahun 2024 ini, Dinsos Tomohon menyediakan berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat di antaranya bantuan sosial bencana baperstok berupa sembako dan sandang maupun perlengkapan dapur.
“Kita juga menyiapkan para petugas Tagana yang selalu siap 1×24 jam ketika terjadi bencana,” kata Sekretaris Dinsos Tomohon, Vany Supit, saat konperensi pers, Jumat (15/3/2024).
Ada juga bantuan bagi yatim piatu miskin di Tomohon, berdasarkan data dari Dinsos sejak 2023 hingga 2024 ini berjumlah 140 anak yatim piatu per keluarga.
- Berkontribusi Pengembangan Geotermal di Indonesia, Kementerian ATR/BPN Dapat Penghargaan dari Kementerian ESDM
- Tak Perlu Menunggu Tanpa Kepastian, Masyarakat Rasakan Manfaat Pengukuran Terjadwal Saat Sertipikasi Tanah
- Mulai 17 Agustus 17 Kantah Terapkan Peralihan Hak Terintegrasi, Urus Balik Nama Maksimal 10 Hari
“Bantuan ini berupa beras, telur dan susu kaleng per keluarga yang ada anak yatim piatu,” ujar Vany.
Bantuan lainnya juga bagi penyandang disabilitas yang disediakan dan penanganan fakir miskin berupa bantuan kelompok usaha bersama (Kube).
“Bantuan ini berupa usaha katering, usaha kue, dan perbengkelan. Setiap kelurahan ada 5 calon penerima bantuan Kube,” jelas Vany.
Dirinya juga menegaskan, semua bantuan yang diberikan ini berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
“Jadi yang menerima bantuan itu harus ada di DTKS, kecuali untuk bantuan bencana semua yang terdampak mendapat bantuan,” tegas Vany.
Begitupun bantuan insentif bagi para lansia yang tetap diberikan sepanjang tahun 2024.
Kemudian Dinsos Tomohon juga sudah memfasilitasi penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan anak-anak terlantar.
“Dalam waktu dekat akan dibangun rumah perlindungan khusus untuk anak-anak terlantar dan ODGJ yang sudah melewati perawatan dan rehabilitasi,” jelas Vany.
Ada juga bantuan wajib untuk penanganan stunting dengan pemberian susu dan beras, TBC berupa bantuan sembako.
Kemudian bantuan logistik yang dimanfaatkan untuk kebutuhan dan situasi mendadak yang belum sempat terdata namun sangat membutuhkan bantuan. (*/Bert)






