Presiden Joko Widodo
Jakarta – Orang nomor satu di negeri ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah melanggengkan dinasti politik meski anak dan menantunya ikut maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020. Presiden Jokowi bahkan berjanji tidak akan ikut kampanye.
“Yang menentukan itu kan rakyat, semua memiliki hak untuk memilih dan dipilih, cari partai saja masih kesulitan,” ucap mantan Walikota Solo ini dalam acara diskusi dengan wartawan di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (17/1/2020). seperti di lansir Esensinews.com.
Seperti diketahui, putra sulung Gibran Rakabuming Raka yang akan mencalonkan diri di pilkada Wali Kota Solo 2020 sedangkan menantu Jokowi, Bobby Afif Nasution juga akan mencalonkan diri menjadi Wali Kota Medan.
Sedangkan kerabat Presiden Jokowi, Wahyu Purwanto disebut-sebut akan mencalonkan diri menjadi Bupati Gunungkidul. Selanjutnya paman dari Bobby yakni Doli Sinomba Siregar akan mencalonkan diri sebagai Bupati Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
- Wakili Gubernur Sulut, Sekwan Silangen Hadiri Pembukaan Turnamen Minahasa Selatan Bermazmur 2026
- Disnakerda Sangihe bersama Yayasan Sinibantu dan PT. Annur Jaya Gelar Pembekelan Bagi 42 Calon PMI Di Politeknik Nusa Utara Tahuna
- Audiensi Bersama Bupati Gorontalo, Tim Sekretariat DPRD Paparkan Kesiapan Temu Wicara PENAS XVII
“(Wahyu Purwanto) enggak dikaitkan dengan saya,” tambah Presiden.
Presiden juga menegaskan ia tidak akan ikut turun berkampanye Pilkada. “Enggak (kampanye), kerjaan banyak,” ungkap Presiden.
Presiden pun mengaku tidak akan membantu Gibran yang rencananya maju dari partai yang sama dengan Presiden Jokowi yaitu PDI-Perjuangan.
“Cari partai saja kesulitan. Saya tidak bantu. Kalau tidak ada partai ya tidak bisa maju, memang bisa lewat jalur independen tapi kan bekerja apapun harus ‘approval’ DPRD dan di situ ada fraksi-fraksi dari partai,” ungkap Presiden. (Red)






