Palu-PT PLN (Persero) bersama Kementerian ESDM dan Pemprov Sulawesi Tengah memperkuat kolaborasi strategis melalui rapat sinkronisasi usulan lokasi Program Listrik Desa (Lisdes) di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sulteng, Kamis (24/9/2026).
Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ahmad Amiruddin, S.T., M.Sc., Ph.D, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Dr. Dra. Novalina, M.M. Forum penting ini juga dihadiri oleh perwakilan PLN Kantor Pusat, jajaran manajemen PLN UID Suluttenggo, serta pimpinan dan perwakilan pemerintah dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Keterlibatan aktif pemerintah daerah hingga tingkat kabupaten/kota dihadirkan guna memastikan pemetaan usulan lokasi Lisdes benar-benar selaras dengan kebutuhan riil di lapangan serta tepat sasaran.
Hingga Juni 2026, progres kelistrikan di Sulawesi Tengah menunjukkan pencapaian yang positif dengan rasio elektrifikasi menyentuh 99,27 persen dan rasio desa berlistrik mencapai 96,58 persen. Setelah sukses merealisasikan program Lisdes di 94 lokasi sepanjang 2025, pada Tahun Anggaran 2026 ini PLN bersama pemerintah menargetkan perluasan jaringan ke 287 lokasi di berbagai pelosok wilayah Sulteng.
- Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Tahuna dan Pemkab Talaud Perkuat Sinergi Kelistrikan hingga Wilayah Perbatasan Utara (3T)
- Menjaga Terang, Menggerakkan Kota: PLN UP3 Manado dan Pemkot Perkuat Sinergi Kelistrikan dan PJU
- PLN dan APINDO Perkuat Kolaborasi Investasi Energi, Momentum Hari Kesaktian Pancasila Jadi Penguat Ketahanan Listrik Sulteng
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ahmad Amiruddin, S.T., M.Sc., Ph.D, menegaskan bahwa penyelarasan data dan usulan lokasi ini merupakan langkah krusial agar pelaksanaan program berjalan efektif serta menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Sinkronisasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan perencanaan listrik desa dapat dilakukan secara terpadu berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah. Kolaborasi antara Kementerian ESDM, pemerintah daerah, dan PLN menjadi kunci agar target elektrifikasi dapat terus didorong secara optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelas Ahmad Amiruddin.
Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan komitmen penuh PLN dalam mengawal pemerataan energi hingga wilayah terluar dan perdesaan sebagai wujud nyata keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Listrik bukan hanya soal penerangan, melainkan fondasi utama untuk menggerakkan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat perdesaan. Melalui sinergi erat dengan Kementerian ESDM dan Pemprov Sulteng, PLN berkomitmen memastikan perluasan jaringan Listrik Desa ini tepat sasaran, berkesinambungan, dan mampu mendongkrak produktivitas warga,” tegas Usman Bangun.
Dukungan serupa turut dikuatkan oleh Sekdaprov Sulteng, Dr. Dra. Novalina, M.M, yang menilai bahwa sinkronisasi data lintas sektor ini sangat penting agar pembangunan infrastruktur energi terintegrasi secara selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
Lebih jauh, kehadiran energi listrik di kawasan perdesaan terpencil terbukti menjadi katalisator penting bagi transformasi sosial. Akses listrik yang merata membuka peluang bagi anak-anak di pelosok untuk belajar dengan lebih baik pada malam hari, mendukung operasional fasilitas kesehatan darurat, serta memantik pertumbuhan industri rumah tangga dan UMKM lokal agar naik kelas.
Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, semangat gotong royong lintas instansi ini diterjemahkan melalui kerja nyata menghadirkan energi berkeadilan. Sinergi padu antara pusat, daerah, dan PLN ini menjadi manifestasi nyata nilai-nilai persatuan untuk merajut asa, memajukan daerah tertinggal, dan menghadirkan terang bagi seluruh anak bangsa di Sulawesi Tengah. (*T3)







