MINUT – Kantor Bupati Minut ternyata jorok dan kotor, bahkan jauh dari kesan sehat. Hal ini nampak saat Pjs Bupati Clay Dondokambey secara mendadak lakukan sidak kebersihan di tiap ruangan kantor tersebut, Sabtu (3/10/ 2020).
Terpantau, dalam giat pagi itu banyak aset-aset yang tak terawat serta arsip yang berserakan. Sehingga tidak layak disebut kantor.
Di era bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid 19), semua orang di wajibkan agar bisa menjaga kebersihan dan mengikuti setiap protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak.
Namun terkait dengan lingkungan kerja yang kotor dan jorok akan menimbulkan wabah penyakit lain bagi pegawai yang beraktivitas di gedung tersebut.
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
Tempat bekerja yang seharusnya nyaman karena bersih dan rapih kini penuh sampah dan menjadi sarang tikus.

Menyikapi hal itu, Pjs Bupati Minut menginstruksikan kepada Sekda dan Kabag Umum, untuk kegiatan Jumat bersih akan dilakukan setiap Minggu pertama dan ketiga dengan berfokus pada lingkungan diluar kantor. Sedangkan lingkungan dalam kantor, kegiatan bersih-bersih juga wajib dilaksanakan setiap hari dan evaluasinya dilaksanakan setiap hari Jumat.
Selanjutnya Clay juga menekankan bahwa kebersihan adalah salah satu modal utama dalam melaksanakan tugas. Karena lingkungan yang kotor dan banyak sampah pasti disitu juga banyak tikus .
“Bagaimana bisa bekerja maksimal jika lingkungannya kotor nanti stafnya akan sakit, bukan kita sakit karena covid, melainkan sakit karena disentri akibat ruangan yang kotor hingga tikus akan bersarang disana”. Ujarnya. (T3)








