Morut – Sekretaris Daerah (Sekda) Morowali Utara (Morut), Ir Musda Guntur MM, memimpin Upacara Tanggal 17 Bulan Berjalan, di pelataran kantor Bupati Morut, Rabu (17/01/2024) pagi.
Upacara tersebut, diikuti oleh seluruh ASN yang ada di Lingkup Pemda Morut.
Sekda Musda, dalam amanatnya, menyampaikan, upacara setiap tanggal 17 bulan berjalan, menjadi media dalam rangka meningkatkan nilai-nilai patriotisme ASN.
“Para pahlawan pendahulu mendarma baktikan seluruh hidupnya, demi kejayaan dan kemerdekaan Negara Indonesia, dan kita peringati dengan upacara bendera di setiap tanggal 17 bulan berjalan,” ucap Musda Guntur.
- Berikut versi berita dengan gaya **straight news**, bahasa jurnalistik yang tegas, dan tetap mempertahankan substansi informasi: **Nurbaya Supit Siapkan Laporan Polisi, Rio Koyong Diduga Rusak Lahan Pribadi** **MANADO, KOMENTAR.ID** – Pengusaha asal Minahasa Tenggara (Mitra), Nurbaya Supit, segera melaporkan Rio Koyong alias Tayo ke Polres Minahasa Tenggara. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan perusakan lahan milik Nurbaya yang berada di Desa Ratatotok Tenggara, Kabupaten Minahasa Tenggara. Nurbaya mengaku keberatan dengan tindakan Rio Koyong yang dinilainya telah merusak kondisi lahan miliknya secara parah. Menurut Nurbaya, lahan tersebut sebelumnya dikontrakkan kepada Rio Koyong selama enam bulan, terhitung sejak Februari hingga Juli 2026. Masa kontrak berakhir pada 14 Juli 2026. Meski kontrak telah berakhir, Nurbaya masih memberikan kesempatan selama tiga hari kepada pihak Rio Koyong. Namun, menurut Nurbaya, kesempatan tersebut justru tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Ia menilai lahan miliknya malah mengalami kerusakan. “Saya marah karena lahan sudah rusak parah. Permukaan tanah dia bongkar semua,” ujar Nurbaya. Ia menjelaskan, pihak Rio Koyong sebelumnya meminta izin untuk tetap mengambil material di lokasi meski masa kontrak telah berakhir. “Kontrak sudah habis, lalu orang yang bekerja meminta supaya boleh leles. Akhirnya sudah lewat bulan sesuai dengan perjanjian. Mereka meminta diberikan kesempatan untuk lelesan terakhir sampai bulan Agustus,” jelasnya. Nurbaya menegaskan, dirinya kini telah menyiapkan laporan polisi dan akan membawanya ke Polres Minahasa Tenggara. “Jadi saat ini saya sudah menyiapkan laporan ke Polres Mitra. Besok saya bawa laporannya,” tegas Nurbaya. Perusakan barang atau properti milik orang lain dapat dijerat dengan ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 406 ayat (1) KUHP lama maupun Pasal 521 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Dalam KUHP baru, perbuatan merusak, menghancurkan, membuat tidak dapat dipakai, atau menghilangkan barang milik orang lain dapat dikenakan pidana penjara paling lama 2 tahun 6 bulan atau denda kategori IV. Sementara itu, apabila kerusakan menimbulkan kerugian yang nilainya kecil, ancaman pidananya dapat dikenakan secara lebih ringan sesuai ketentuan yang berlaku.
- Perkuat Sinergisitas Dan Jaga Kamtibmas di Morut, Bupati Delis Sambut Hangat Kunjungan Kapolres Junaidy Anthonius Weken
- Dihadiri Bupati Michael Thungari, Febrima. T. Angow Resmi Diangkat PAW Anggota DPRD Sangihe Periode 2024 -2029
Pada kesempatan itu, Sekda Musda, menegaskan, Pemda Morut akan berupaya maksimal untuk tetap mempertahankan Opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dalam laporan keuangan Pemda nantinya.
“Untuk seluruh pejabat terkait, laporan keuangan dalam persiapan pemeriksaan BPK, sudah harus disiapkan mulai dari sekarang. Semuanya demi kelancaran dalam penyusunan laporan keuangan Pemda Morut,” tegasnya.
Mengakhiri amanatnya, ia berharap, agar seluruh ASN di Morut harus bisa bersikap netral dalam Pemilu 2024. Bekerja secara profesional, jalankan tugas dan fungsi sebagai ASN secara objektif dan independen, tanpa memihak pada partai politik (Parpol) tertentu.(Kominfo/NAL)






