Sulut – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw akan menyiapkan santunan bagi korban longsor tambang emas rakyat di Desa Bakan, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Hingga kini tercatat sudah 9 penambang emas meninggal dan puluhan orang lainnya masih terjebak dalam lubang tambang yang tertutup reruntuhan longsor akibat patahnya tiang penyangga terowongan pada Selasa 26 Februari 2019.
“Kami akan memberikan santunan bagi korban meninggal. Ada tim dari Pemprov Sulut yang diturunkan ke sana untuk mendata jumlah korban longsor,” kata Olly di Kantor Gubernur, Senin (4/3/2019) sore.
Untuk diketahui, pada tanggal 27 Februari 2019, Olly juga telah menugaskan Kepala BPBD Sulut ke lokasi longsor untuk berkoordinasi dengan BPBD Bolmong dan BPBD Kotamobagu terkait pendampingan dan dukungan terhadap upaya evakuasi, bantuan logistik serta peralatan yg dibutuhkan. Bantuan awal yang telah diserahkan BPBD Sulut terdiri dari makanan, senter dan kantong jenasah.
- Berkontribusi Pengembangan Geotermal di Indonesia, Kementerian ATR/BPN Dapat Penghargaan dari Kementerian ESDM
- Tak Perlu Menunggu Tanpa Kepastian, Masyarakat Rasakan Manfaat Pengukuran Terjadwal Saat Sertipikasi Tanah
- Mulai 17 Agustus 17 Kantah Terapkan Peralihan Hak Terintegrasi, Urus Balik Nama Maksimal 10 Hari
Adapun koordinasi evakuasi korban dengan tim SAR gabungan terus dilakukan hingga saat ini.
Selain itu, pada tanggal 1 hingga 2 Maret 2019, Olly kembali menugaskan Kepala BPBD Sulut, Kepala Dinas ESDM dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup ke Desa Bakan untuk memantau lokasi longsor dan melaksanakan rapat teknis bersama Kabasarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow dan Walikota Kotamobagu Tatong Bara untuk membahas proses evakuasi bagi korban yang terjebak reruntuhan longsor dengan menggunakan alat berat. (*/Tim)






