Manado-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Berdasarkan pemantauan harga dan pasokan pangan di Pasar Bersehati Manado per 26 Mei 2026, secara umum kondisi pangan di Sulawesi Utara masih berada dalam keadaan aman dan terkendali. Pasokan sejumlah komoditas strategis seperti cabai rawit, tomat, beras, minyak goreng, gula pasir, daging sapi, ayam, dan telur masih tersedia dengan harga relatif stabil.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan bawang merah yang mengalami penurunan pasokan dalam beberapa hari terakhir. Untuk itu, Pemprov Sulut bergerak cepat melakukan langkah-langkah stabilisasi guna memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
Adapun langkah antisipasi yang sementara dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara antara lain:
1. Memperkuat Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah strategis, khususnya di Kota Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, dan wilayah padat penduduk lainnya.
2. Berkoordinasi dengan distributor dan daerah pemasok bawang merah dari luar Sulawesi Utara, termasuk Brebes, Sumenep, Makassar, dan wilayah sentra produksi lainnya untuk menjamin kelancaran distribusi.
3. Mengoptimalkan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulut bersama pemerintah kabupaten/kota dalam pemantauan harga dan pasokan pangan secara harian.
4. Memperkuat pengawasan distribusi dan mencegah terjadinya penimbunan maupun permainan harga oleh oknum tertentu.
5. Menjaga kelancaran jalur distribusi pangan antarwilayah bersama instansi terkait, termasuk pelabuhan, distributor, Bulog, dan aparat keamanan.
Sesuai arahan Gubernur Sulut, Bapak Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus, SE dan Wagub Bapak DR J Victor Mailangkay SH MH, yang langsung di tindaklanjuti oleh Sekprov Bapak Tahlis Gallang, maka Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus membangun koordinasi aktif dengan pemerintah kabupaten/kota agar pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah dapat dilakukan secara serentak dan tepat sasaran menjelang Idul Adha.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan sekda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan menghimbau Masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying), karena pemerintah provinsi memastikan stok pangan pokok secara umum masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pemprov Sulut berkomitmen menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memastikan seluruh masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idul Adha dengan aman, nyaman, dan penuh sukacita. (*JM)






