Manado – Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota Richard Sualang menghadiri Peresmian Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Manado sekaligus Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus KONI Manado Masa Bakti 2021-2025, bertempat di Gedung Youth Centre Manado.
Peresmian Sekretariat dan Pengukuhan pengurus KONI Manado ini di pimpin oleh Ketua Umum KONI Sulut Steven Kandouw yang juga sebagai Wakil Gubernur Sulut, Selasa (26/10/2021).
Pada kesempatan itu Steven Kandouw memuji hasil yang diperoleh di PON Papua dan merasa bahagia hadir ditengah Komunitas Olahragawan.
“Kalau prestasi PON jelek apalagi tidak mendapat medali, malu saya hadir disini, tapi karena prestasi luar biasa sehingga saya hadir dan berbagga di acara ini,” Ucap Kandouw.
- Sinergitas Kemitraan Terjalin Dengan Baik, Gubernur Berikan Apresiasi Kepada Pimpinan Dan Segenap Anggota DPRD Sulut
- Tolak Pembangunan Fasilitas Militer, Puluhan Warga Tokambahu-Makawidey, Demo di Kantor DPRD Dan Pemkot
- Bersama Dalam Doa, YBM PLN UP3 Palu Bersama Pemdes Mayasari Gelar Ikhtiar Istisqo dan Berbagi untuk Dhuafa
Wali Kota Manado dalam sambutannya memberikan selamat kepada atlit-atlit Manado yang telah memberikan kontribusi terhadap nama Sulawesi Utara di PON Papua.
“Selamat kepada atlet-atlet berprestasi sehingga sudah membawa harum nama Provinsi Sulawesi Utara,” Ujar Wali Kota pilihan rakyat Kota Manado ini.
Sebelumnya, dalam kegiatan ini juga Ketua KONI Manado Bung Rio Dondokambey menyampaikan sambutannya yang turut memberikan apresiasi akan berbagai prestasi Cabor yang kemudian diikuti dengan penyerahan Bonus dari Pemerintah Kota Manado kepada 11 (Cabor) Cabang Olahraga yang memperoleh medali pada PON XX Papua.
Hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Kota Manado Micler Lakat, Ketua TP PKK Kota Manado Ibu Iren Angouw Pinontoan, Sekretaris TP PKK dr. Merry Sualang Mawardi, Kapolres Manado, Dandim Manado, Kepala SKPD terkait, Pengurus KONI Sulut dan Manado.
Hadir juga Anggota DPRD Kota Manado, Jean Kodoati Sumilat, Jean Laluyan, Jimmy Gosal, Mona Cloer, Suharto Kiu, Rosalita Manday dan Lili Walanda. (Mal)





