Tahuna-Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe menggelar Pasar murah dan pemeriksaan kesehatan gratis, di pasar Petta Kecamatan Tabukan Utara. Kamis (12/10/23).
Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe dr. Rinny Tamuntuan dalam sambutannya saat membuka kegiatan, mengatakan pasar murah dan pemeriksaan kesehatan gratis ini, dilaksanakan guna menindaklanjuti hasil evaluasi beberapa pekan, dengan adanya kenaikan harga kebutuhan dasar berupa beras, gula, minyak goreng dan bahkan kebutuhan pokok lainnya.
“Sesuai pantauan kami di lapangan diperkirakan sampai di akhir tahun, harga kebutuhan pokok sudah mulai merangkak naik,” ungkap Tamuntuan.
Menurut Pj Bupati , guna mengantisipasinya Pemerintah sudah mulai menggelar pasar murah, paling lambat setiap dua pekan mendatamg. ” kita akan keliling ke semua kecamatan untuk mendekatkan kemudahan masyarakat agar bisa memperoleh kebutuhan dasar mereka sehari-hari yang tentunya dengan harga di bawah dari harga pasar,” Ujar Pj Bupati.
- 1 Tidak Lolos Bekas, 10 Calon Direksi Perumda di Bitung Akan Lanjut Tes Psikologi, Tertulis Dan Wawancara
- Dihadiri Honandar, Kodam XIII Merdeka Gelar Upacara Penyambutan Satgas Yonif 712/Wiratama, Purna Tugas Operasi Pamtas RI-PNG 2026
- Evaluasi Penggunaan APBD 2025, Banggar DPRD Bitung Dan TAPD Sepakat Prioritas Tingkatkan Pendapatan
Lanjut Penjabat Bupati, menjelaskan, kegiatan pasar murah ini juga bertujuan menekan inflasi yang ada dan untuk kestabilan harga. “memang bersyukur karena untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe belum terlalu berdampak. Namun, harus di antisipasi supaya tidak terlalu ada gejolak nanti di tengah-tengah masyarakat ” Jelas Tamuntuan.
Tamuntuan berharap ada pihak swasta yang ikut dalam kegiatan pasar murah ini, Asalkan harga bahan pokok harus dibawah harga pasar.
Dan untuk bidang kesehatam dilaksanakan pemeriksa kesehatan dan pengobatan gratis juga penyerahan bantuan Antropometri Kit kepada 10 Kampung di Tabukan Utara, juga Bantuan makanan tambahan untuk 7 anak stunting bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“Pemerintah hadir untuk melayani masyarakat. Jadi, kita yang jemput bola turun langsung. Karena pemerintah hadir untuk melayani masyarakat bukan untuk dilayani,” pungkas Tamuntuan. (Yoss)






