Palu – Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah Ir H Hasmuni Hasmar, M.Si dan Bupati Morowali Utara Dr dr Delis J. Hehi, MARS, hari Minggu (15/1) di Palu, menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang pembangunan strategis yang menyentuh kawasan konservasi Cagar Alam Morowali.
Dengan perjanjian itu, Pemkab Morut mendapat izin untuk meneruskan pembangunan jalan untuk menembus keterisolasian wilayah di Kecamatan Soyo Jaya dan Bungku Utara bisa dilanjutkan.
Demikian pula pembangunan Bendungan Ula di Kecamatan Bungku Utara bisa dikerjakan guna melayani pengairan areal persawahan rakyat.
Kedua proyek ini, yakni pembangunan jalan dari Tambayoli ke Baturube yang dibiayai Pemerintah Provinsi serta pembangunan Bendungan Ula mengalami hambatan karena menyentuh kawasan Cagar Alam Morowali.
- Bersama Dalam Doa, YBM PLN UP3 Palu Bersama Pemdes Mayasari Gelar Ikhtiar Istisqo dan Berbagi untuk Dhuafa
- Lewat PKM-PI, Mahasiswa UNSRAT Hadirkan AGRINEXUS untuk Mendukung Budidaya Pisang Mas di Tinoor, Kota Tomohon
- Hadir Didiskusi Publik, Salindeho Pastikan Bitung Tidak Krisis Air Bersih Meski Musim Kemarau
Kepala BKSDA Sulteng Hasmuni Hasmar mengatakan bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan demi kemaslahatan umat, khususnya masyarakat Morowali Utara.
Sedangkan Bupati Morut mengucapkan terima kasih kepada Kepala BKSDA Sulawesi Tengah yang telah berjuang sehingga izin pemanfaatan kawasan konservasi untuk pembangunan jalan dan bendung irigasi bisa diberikan pemerintah pusat.
Acara penandatanganan perjanjian kerja sama ini dihadiri Asisten I Setda Morut Viktor Tamehi, Kaban Kesbangpol, Camat Petasia, Soyo Jaya, dan sejumlah pejabat eselon III yang terkait. (*/John)







