Minut-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) mulai merealisasikan program unggulan berupa penyediaan fasilitas internet gratis, sebagai bagian dari komitmen pemerintahan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung (JGKWL) dalam meningkatkan akses digital di daerah.

Beberapa hari sebelum program ini diluncurkan, Penjabat Sementara Bupati Minut, Reza Dotulong, telah melakukan kunjungan kerja ke berbagai desa yang ditargetkan menjadi lokasi pemasangan internet gratis. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat di titik-titik pemasangan.

- Hari Ke-2 IGA Kota Kotamobag : OPD Unjuk Gigi Lewat Inovasi Pelayanan Publik Dari Puskesmas hingga Satpol-PP
- Bantu Masyarakat Manado Tua dan Siladen, PDAM Wanua Wenang Gandeng Polairud Polda Sulut Salurkan 64 Ribu Liter Air Bersih
- Zaldi Amir : Setiap Pegawai Harus Konsisten Jaga Integritas, Tidak Bocorkan Rahasia Jabatan
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Minut, Robby Parengkuan, menjelaskan bahwa pemasangan perdana dilakukan di Desa Kaleosan dan kini sedang berlangsung di Desa Teep. Selanjutnya, jaringan internet gratis ini akan menjangkau wilayah kepulauan di Likupang, termasuk Mantehage, Nain, dan Talise.
“Hari ini, pemasangan internet dimulai dari Desa Teep Warisa, Kecamatan Talawaan. Pada hari Kamis dan Jumat, kami akan melanjutkan pemasangan di Desa Nain Induk dan Desa Tatampi,” ungkap Parengkuan kepada media, Selasa (15/10/2024).

Lebih lanjut, Parengkuan menyampaikan bahwa program ini akan berlanjut hingga pekan depan dengan rencana pemasangan di Pulau Mantehage dan Pulau Talise. Di Pulau Talise, internet akan dipasang di dua desa, yaitu Desa Wawunian dan Desa Airbanua, sementara dua desa lainnya sudah dapat mengakses internet dengan jaringan yang ada.

“Pemasangan internet gratis ini dilakukan secara bertahap, sejalan dengan visi Pemkab Minut di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung. Di era digital ini, akses internet yang memadai sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Parengkuan menutup keterangannya. (*Advetorial











