Manado-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendorong hadirnya Kebijakan Obligasi Daerah sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan dan alternatif investasi publik, serta transparansi dalam penerbitan obligasi daerah sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pembangunan.
Hal ini disampaikan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus S.E., dalam Sarasehan Nasional yang digelar di Ruang C.J.Rantung Kantor Gubernur, Rabu (19/11/2025).
Didapuk sebagai Pembicara, Gubernur Yulius Selvanus tampil memukau memaparkan konsep pemikiran terkait tema yang diusung, dihadapan Tokoh-tokoh nasional maupun daerah yang hadir, seperti Melchias Markus Mekeng M.H. (Ketua Banggar MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Golkar), Eddy Manindo Harahap (Deputi Komisioner OJK), Prof.Dr.Ir.Oktovian Sompie (Rektor Unsrat) dan Dr.Akbar Faisal (Direktur Eksekutif Negara Institut).
Dalam pemaparannya Gubernur Yulius Selvanus menegaskan dalam membangun suatu daerah Kita tidak boleh manja, tidak boleh hanya berharap bantuan ataupun pinjaman hutang, Kita boleh berhutang tapi saya tidak merekomendasikan itu.
- Gerak Cepat Pemprov Sulut Antisipasi Kebakaran Hutan di Gunung Soputan, Lintas Instansi Dikerahkan
- Joune Ganda Jadikan Disiplin Polisi Cilik sebagai Cermin Kinerja ASN pada Parade HUT RI ke-81
- Reses Irene Golda Pinontoan Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Mendorong Pembangunan Kota Manado
“Mari Kita kelola Sumber daya menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD), contohnya dibidang Pariwisata dan pertambangan, mari undang calon investor untuk berdatangan ke Sulut!”, ujar Gubernur Yulius.
Kita tidak boleh menyerah, kita bisa mengelola pertambangan untuk bisa menghasilkan, jangan khawatir Kita punya tambang emas terbesar ke tiga di Indonesia, mari kita kelola untuk bisa membawa kesejahteraan bagi rakyat, tukasnya.
“Jangan mengandalkan Pinjaman atau bantuan dari Pemerintah Pusat, pembangunan di daerah akan lambat. Oleh sebab itu,Pemerintah Daerah harus kreatif dalam mencari sumber Pembiayaan, Optimisme untuk bisa sejahterakan rakyat”, tutupnya. (*JM)






