Manado– Tahun 2024, TNI mempunyai tantangan untuk mengawal dan menyukseskan pesta demokrasi dalam rangkaian Pilpres, Pilleg, dan Pemilukada.
Sesuai UU No. 34 Tahun 2004, TNI memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas nasional, sehingga TNI harus memastikan agar agenda politik nasional ini dapat berjalan dengan aman dan damai.
Demikan sambutan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang dibacakan Danlanud Sam Ratulangi Marsma TNI Ramot C.P. Sinaga, S.E., M.Han., pada Upacara Bendera 17an di Lapangan Dirgantara Lanud Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. Rabu (17/1/2024).
Panglima TNI menekankan agar stabilitas keamanan harus tetap terjaga, netralitas TNI harus dijunjung tinggi, serta optimalkan sinergitas TNI-Polri dalam menjamin kondusivitas dan keamanan negara dari sebelum hingga setelah rangkaian pesta demokrasi.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Selain itu, Panglima TNI juga mengajak seluruh prajurit dan PNS TNI untuk meneguhkan integritas dengan menjaga citra TNI di mata masyarakat yang diimplementasikan melalui ketaatan pada aturan dan nilai-nilai etika.
“Disiplin bukan hanya kewajiban internal, tetapi juga investasi jangka panjang dalam hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat. Mari kita jaga marwah TNI sebagai Tentara Rakyat yang senantiasa membantu kesulitan dan solusi permasalahan rakyat,” tegasnya.
Jadilah prajurit TNI yang PRIMA, lanjut Panglima TNI, yaitu Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif dengan memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta 8 Wajib TNI. (*/Mal)






