Bitung-Walikota Bitung, Hengky Honandar, SE melakukan panen perdana jagung dengan bibit GJ 817 yang menghasilkan 30 ton di lahan 3 hektar di kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Selasa (8/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, Walikota mengapresiasi kelompok tani (Poktan) sehati yang bekerja sama dengan Toko Girian Jaya dan Monobox cafe, dalam mengembangkan bibit tersebut.
Dalam sambutannya, Hengky Honandar menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Voultair Loma, seorang pengusaha yang dikenal pemilik toko Girian Jaya, yang menginisiasi hadirnya jagung varietas baru yang diberi nama JG 718. Menurut Hengky, dengan hadirnya varietas baru yang ditargetkan mampu menghasilkan panen 8 ton untuk satu hektare lahan tanam tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi atas inovasi dari bapak Voltaire Loma yang telah menciptakan varietas baru yang ditargetkan mampu menghasilkan panen hingga 8 ton per hektare. Semoga dengan pengembangan terus menerus hasilnya bisa menembus angka 10 ton,” ujar Honandar. Lanjut dikatakannya, varietas baru tersebut bisa dikembangkan menjadi salah satu jagung unggulan asal Kota Bitung yang bisa ditanam di daerah lain. Khususnya Sulawesi Utara.
“Kami berharap varietas baru ini bisa terus dikembangkan dan menghasilkan bibit unggul yang menjadi jagung andalan Kota Bitung kedepannya,” kata Hengky.
Voultair Loma selaku penggagas mengungkapkan bahwa total hasil panen mencapai sekitar 20 ton jagung. Dari jumlah tersebut, sekitar 8 ton diproyeksikan menjadi bibit unggul yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya berikutnya.
Menurut Loma, penggunaan benih jagung hibrida Girian Jaya (GJ) 817 tersebut, dipadukan dengan teknologi prebiotik untuk meningkatkan kualitas tanah menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan panen.
“Teknologi tersebut membantu unsur hara lebih mudah diserap oleh akar tanaman sehingga pertumbuhan jagung menjadi lebih optimal,” ujar Loma.
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan produktivitas hingga 8 ton per hektare, jauh di atas rata-rata hasil panen petani jagung di Bitung yang saat ini masih berkisar 3 hingga 4 ton per hektare.
Selain penggunaan bibit unggul, berbagai inovasi budidaya juga diterapkan, termasuk pemanfaatan bahan penyubur tanah yang mampu menekan penggunaan pupuk hingga 50 persen serta pemberian nutrisi anti-stres untuk menjaga kesehatan tanaman.
“Ke depan, inovasi tersebut akan terus diperkenalkan kepada masyarakat melalui sosialisasi dan pendampingan di berbagai kecamatan agar semakin banyak petani yang menerapkan pola budidaya modern dan berorientasi pada peningkatan hasil,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional.
Karena itu, peningkatan produksi komoditas strategis seperti jagung dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut, Asisten II Mikael Sondakh, S.Sos., M.AP., Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H, para pejabat utama Polres Bitung, perwakilan TNI AL dan TNI AD, perwakilan Kejaksaan Negeri Bitung, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung Steven J. D. Prok, S.H., Camat Matuari Fonda Femmy Orah, S.Sos., Lurah Tanjung Merah, Bartje Ticoalu, S.Pd., para penyuluh pertanian, pengurus Kelompok Tani Sehati, Marcel Tatuil, serta siswa-siswi SMP Negeri 18 Bitung, dan para tamu undangan lainnya.(hzq)








