Morut-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat Kabupaten Morowali Utara (Morut), merupakan daerah pertama di Sulteng yang mendaftaran seluruh desa, dan mengikut sertakan semua aparatnya sebagai peserta program JKM.
“Luar biasa, kepedulian Bapak Bupati dan Wabup Morut, terhadap aparat desa yang kini semuanya sudah menjadi peserta JKM BPJS Kesehatan,” kata Kepala BPJS Kesehatan Morut, Zadly kepada media ini di Kolonodale, Kamis.(25/05/2023) siang.
Sebelumnya, Asisten III Setda Morut, Atra Tamehi atas nama Bupati Morut meluncurkan inovasi Pemda-BPJS soal jaminan kesehatan online serta sosialisasi dan rekonsiliasi data peserta BPJS Aparat desa.
Menurut Zadly, para Kades dan aparaturnya yang sebelumnya mengikuti program JKM lewat jalur mandiri, kini dialihkan kepesertaannya ke dalam program Pemda, dan digabungkan dengan peserta-peserta baru.
- RDP Komisi III DPRD Sulut: PT MSM Janji Benahi Jalan Nasional Girian–Likupang dalam Empat Bulan
- Annabelle Maliangkay Wakili Minut di Putri Otonomi Indonesia 2026, APKASI Resmi Buka Audisi 20 Besar
- Ingatkan Pemprov Sulut Serius Tindak Lanjuti Rekomendasi Dan Arahan BPK RI, Michaela Paruntu : DPRD Sulut Akan Pastikan Setiap Rekomendasi Ditindak Lanjuti Secara Maksimal
Iuran BPJS kelas III untuk perangkat desa ini, dibayarkan dari dana Pemda Morut sebesar empat persen dan peserta satu persen.
Para Kades yang baru mengikuti program ini, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas program JKM bagi aparat desa, karena hal tersebut sangat penting untuk meningkatkan kinerja aparatur di desa.
Pada program BPJS Kesehatan ini, Morut juga tercatat sebagai daerah yang seluruh warganya sudah menjadi peserta JKM dengan presentase 100 persen lebih atau sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC). (Rls/NAL)








