Jakarta-Bupati Minahasa Utara, Joune James Esau Ganda, memperkenalkan gagasan baru yang disebut “Model Ganda” sebagai formula kebijakan pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara.
Konsep ini lahir dari riset doktoralnya di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jakarta.

Lewat disertasi berjudul “Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kawasan Metropolitan Bitung Minahasa Manado di Provinsi Sulawesi Utara”, Ganda menyoroti tantangan dan peluang sektor pariwisata di kawasan strategis tersebut.
- Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Wawali Richard Sualang Bagikan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat
- Caroll Senduk Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pemkot Tomohon Fokus Delapan Prioritas Pembangunan
- Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Wali Kota Tomohon Audiensi dengan Pimpinan Ombudsman RI
Temuan utamanya adalah model kebijakan baru yang diharapkan menjadi rujukan praktis bagi pemerintah daerah dalam mengelola destinasi wisata secara lebih terintegrasi.

Baca : RPKD Jadi Peta Jalan Baru, Pemkab Minut Targetkan Penurunan Kemiskinan Lima Tahun ke Depan
“Setiap arahan dan koreksi dari tim penguji akan segera saya sempurnakan agar naskah ini semakin solid. Saya ingin Model Ganda benar-benar bisa memberi kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata Sulut,” tegasnya usai ujian seminar hasil, Rabu (17/9/2025).

Ujian yang digelar di Kampus IPDN Jakarta itu menguji secara ketat gagasan Ganda. Tim promotor terdiri dari Prof. Dr. Hyronimus Rowa, M.Si., Prof. Dr. Mansyur Achmad, M.Si., dan Dr. Udaya Madjid, M.Pd., sementara tim penguji dipimpin Direktur IPDN Jakarta, Prof. Dr. Muhadam Labolo, M.Si., bersama akademisi lintas bidang.

Ganda berhasil meraih nilai “Sangat Memuaskan” (90) dalam ujian ini. Meski demikian, ia menegaskan masih ada pekerjaan akademik yang harus dituntaskan sebelum resmi menyandang gelar doktor, yakni ujian tertutup dan ujian promosi. (*Advetorial)












