oleh

Minut Raih Skor Ketahanan Pangan Tertinggi di Sulut

-Berita, Minut-1017 Dilihat

Minut-Kabar gembira bagi masyarakat Sulawesi Utara,  Badan Pangan Nasional (Bapanas) merilis data ketahanan pangan terbaru bagi 15 Kabupaten dan Kota di wilayah tersebut, per Juni 2023.

Terkait hal itu, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang dipimpin Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung, berhasil mencatat skor tertinggi di Sulut.

Melalui hasil survei tahun 2021, Bapanas mencatat Minut meraih skor 83,69, jauh mengungguli Kabupaten Minahasa dengan skor 83,30 dan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dengan skor 83,26. Prestasi yang membanggakan!

Namun demikian, data tersebut juga memperlihatkan adanya kabupaten dan kota lain di wilayah tersebut yang memperoleh skor yang lebih rendah. Kepulauan Sangihe raih skor 56,15 dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro meraih skor 52,61.

Menanggapi hal ini, Bupati Joune Ganda merasa sangat bersyukur. Ia mengatakan bahwa capaian ini tidak terlepas dari kinerja dan prestasi semua jajaran terkait.

“Data tersebut memang benar sesuai yang disampaikan kepada kami. Capaian ini merupakan prestasi dan kinerja semua jajaran terkait”, kata Bupati Joune Ganda, Senin (19/06/2023).

Dalam menetapkan angka, Bapanas mengukur indeks ketahanan pangan di kabupaten-kabupaten Indonesia berdasarkan 9 indikator utama meliputi:

1.Normative Consumption Production Ratio (NCPR) atau rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi bersih beras, jagung, ubi jalar, dan ubi kayu, serta stok beras pemerintah daerah.

2. Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan;

3. Persentase rumah tangga dengan proporsi Pengeluaran untuk pangan 65% terhadap total pengeluaran;

4 Persentase rumah tangga tanpa akses listrik;

5. Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih;

6. Angka harapan hidup pada saat lahir;

7. Rasio jumlah penduduk per tenaga kesehatan terhadap tingkat kepadatan penduduk;

8 .Rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun; dan

9. Persentase balita dengan badan tinggi di bawah standar (stunting).Kesembilan indikator ini kemudian diolah menjadi skor berkarakter 0-100.

Minahasa Utara Diklaim Lebih Unggul dalam Ketahanan Pangan Berdasarkan Distribusi Air Bersih yang Baik

Ketahanan pangan Minahasa Utara semakin menunjukkan progress yang baik. Hal ini dibuktikan dengan tingginya skor ketahanan pangan di daerah itu.

Salah satu faktor yang ikut mempengaruhi skor tersebut adalah distribusi air bersih yang tergolong sangat baik. Proporsi rumah tangga tanpa akses air bersih di daerah ini hanya mencapai 11,75%. Sedangkan di kabupaten-kabupaten tetangganya, proporsi tersebut jauh lebih tinggi, berkisar antara 19% sampai 54%.

Fakta ini menunjukkan komitmen pemerintah setempat dalam menjaga aspek penting dalam produksi pangan, yakni akses air yang cukup dan berkualitas. (*/T3)