Sulut – Buntut panjang kasus tidak bermoral yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut) James Arthur Kojongian terhadap seorang perempuan yang tidak lain adalah istri sahnya yang di seret dengan kendaraan mobil kurang lebih 50 meter, di kecam oleh masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Minsel-Mitra yang merupakan Dapil JAK pada Pilcaleg lalu.
Kecaman yang dituangkan dalam petisi diatas kain “kafan” sepanjang kurang lebih 30 meter berisikan ratusan tanda tangan meminta JAK dipecat dari Partai Golkar dan juga dari anggota DPRD Sulut.
Kain “kafan” yang berisikan ratusan tanda tangan dibentangkan di dalam ruang rapat kantor DPD 1 Partai Golkar Sulut oleh LSM Anti Korupsi Indonesia (AKI) Sulut yang diketuai Noldy Poluakan bersama pengurus propinsi lainnya, Senin (15/02/2021).
Kepada awak media, Poluakan mengatakan kedatangan LSM AKI di Kantor DPD 1 Partai Golkar Sulut meminta agar Ketua PG Sulut Charistiany E Paruntu mengambil sikap tegas terkait kasus JAK yang saat sementara viral di medsos.
- Tim Futsal Setwan Sulut Pastikan Lolos Ke Babak Gugur : Sapu Bersih Kemenangan Di Penyisihan Group
- Rinny Silangen-Tamuntuan : Keberhasilan Suami Tak Lepas Peran dan Dukungan dari Seorang Istri
- Bupati FDW Apresiasi Jajaran Polres Minsel Dalam Lakukan Pembinaan Melalui Program Polisi Cilik dan Patroli Keamanan Sekolah
“Tanda tangan petisi ini merupakan aspirasi di mana JAK mencalonkan diri sebagai anggota dewan yang notabene adalah daerah pemilihannya,”ujar Poluakan.
LSM AKI Sulut diterima staf yang saat itu bertugas di kantor DPD 1 Partai Golkar Sulut, sebelumnya sudah mengkonfirmasikan kepada sekretaris DPD I Raski Mokodompit. (*/Red)







