Minahasa Utara Jadi Kabupaten Pertama di Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi di Sulut

oleh -1192 Dilihat

Minut-Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mencetak sejarah di sektor pendidikan regional. Daerah di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda ini ditetapkan sebagai satu-satunya wilayah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dipercayakan membangun Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dari nol (greenfield project).

Proyek mercusuar ini merupakan salah satu program prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kepastian ini mengemuka saat Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, meninjau langsung kesiapan lahan di kawasan Alun-alun dan Hutan Kenangan Minut, Minggu (31/5/2026).

​Dalam peninjauan tersebut, Gogot didampingi oleh Sekretaris Ditjen Eko Susanto, Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, serta jajaran pejabat Pemkab Minut.

Gogot memaparkan bahwa dari total dua plot program SNT untuk Sulawesi Utara, Minut menjadi titik tunggal yang pembangunannya dimulai dari awal. Sementara satu titik lainnya bertempat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang mekanismenya berupa integrasi pada fasilitas sekolah yang sudah eksis.

​Secara nasional, proyek strategis ini sangat kompetitif karena hanya menyasar 73 titik di seluruh Indonesia. Masuknya Minut dalam daftar tersebut menjadi angin segar bagi lompatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Kawanua.

​Berbeda dengan sekolah unggulan konvensional, SNT didesain sebagai pusat pendidikan terpadu yang menyatukan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan modern. Sekolah ini juga dipastikan tidak menerapkan sistem asrama (non-boarding school).

​”Ini dirancang sebagai sekolah percontohan terbaik yang mengintegrasikan tiga jenjang pendidikan sekaligus. Kami ingin memastikan kader-kader pemimpin bangsa masa depan lahir dari berbagai pelosok daerah, tidak melulu mendominasi dari kota-kota besar,” ujar Gogot di sela-sela peninjauan lapangan.

Dari sisi kurikulum dan fasilitas, SNT akan menerapkan pola pembelajaran modern berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang didukung teknologi mutakhir. Kompleks pendidikan ini nantinya bakal dilengkapi dengan learning hub, fasilitas olahraga terpadu, laboratorium mutakhir, serta sistem instruksional yang mengawinkan standar nasional dengan praktik terbaik internasional.

​”Sekolah ini diproyeksikan menjadi episentrum pembelajaran bermutu tinggi yang inklusif, sehingga bisa diakses oleh anak-anak dari beragam latar belakang sosial ekonomi,” imbuhnya.

​Gogot menegaskan, indikator utama daerah bisa menerima program ini adalah kecepatan dan kesiapan penyediaan lahan oleh pemerintah daerah. Terkait hal tersebut, Pemkab Minut bergerak cepat dengan mengamankan lahan seluas kurang lebih 11,3 hektare di area Alun-alun dan Hutan Kenangan, ditambah lahan penunjang seluas 2,3 hektare. Total lahan yang disiapkan mencapai 13,6 hektare.

​”Kunci utamanya ada pada legalitas dan kesiapan lahan pemda. Begitu klir, urusan pembangunan fisik hingga operasional ke depan akan sepenuhnya ditanggung dan didukung oleh anggaran pemerintah pusat,” kata Gogot.

​Mengenai garis waktu (timeline) eksekusi, Kementerian saat ini sedang menunggu finalisasi Instruksi Presiden (Inpres) sebagai payung hukum utama.

​”Kami menunggu Inpres terbit, yang kemudian akan diturunkan melalui Keputusan Menteri. Target kami, awal atau pertengahan Juni ini penetapan lokasi (penlok) sudah rampung secara administratif agar tahapan konstruksi bisa langsung dipacu,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, melayangkan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat atas realisasi investasi pendidikan berskala nasional ini. Menurut Victor, langkah ini menjadi bukti konkret komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mengeskalasi mutu SDM di daerah.

​”Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat berterima kasih. Ini adalah lompatan strategis untuk mencetak generasi emas melalui jalur pendidikan, sejalan dengan amanat konstitusi untuk mencerdaskan bangsa,” tutur Victor.

​Ia juga memastikan bahwa Pemprov Sulut bersama Pemkab Minut akan mengawal ketat seluruh proses administratif maupun teknis agar proyek ini berjalan tanpa hambatan.

​Usai memberikan keterangan, rombongan Dirjen Dikdasmen dan Wagub Sulut langsung bergerak mengitari seluruh lanskap lahan seluas belasan hektare tersebut.

Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, kawasan Alun-alun dan Hutan Kenangan Minut dinilai sangat strategis dan representatif untuk menyokong infrastruktur sekolah unggulan bertaraf global ini.

Turut hadir bersama Sekda Wowiling sejumlah pejabat Pemkab Minut diantara Asisten II Robby Parengkuan, Kepala Bapeda Hannya Tambani, Kadis DLH Olvi Kelongkongan serta Sekdisnas. **

No More Posts Available.

No more pages to load.