Manado-Warga Masyarakat khususnya Para Penambang emas di Sulawesi Utara (Sulut) akhir-akhir ini berada dalam situasi yang tidak menentu, diliputi kegalauan. Pasalnya emas hasil dari aktivitas pertambangan sangat sulit untuk diperjual belikan.
Sejumlah Toko emas baik yang ada di Manado, maupun di beberapa daerah kabupaten/kota seperti Kotamobagu dan Amurang, yang biasanya ramai melakukan transaksi jual beli emas, kini tutup sementara.
Untuk meredam keresahan masyarakat penambang, Gubernur Yulius Selvanus melakukan respon cepat untuk mencarikan jalan keluarnya.
Gubernur Yulius Selvanus mengundang Kepala Pegadaian Sulut untuk membahas permasalahan tersebut agar mendapatkan solusi.
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
Gubernur meminta bagi masyarakat penambang untuk bisa sabar, karena dengan persoalan ini negara akan hadir untuk membela masyarakat penambang, jadi masalah ini akan ada solusinya.
“Intinya Kami Pemerintah berusaha menyelesaikan masalah tanpa masalah”, beber Gubernur Yulius.
Pemerintah berupaya menyelesaikan persoalan tanpa ada persoalan yang baru, pendekatan yang diambi tetap mengedepankan kepentingan masyarakat, serta kepastian hukum, imbuhnya. (*JM)






