Kudus – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Nusron Wahid, menghadiri Haul ke-67 K.H. Raden Asnawi, di Kudus, belum lama ini.
Sebagai alumni Qudsiyyah, Nusron Wahid, menyoroti perjuangan dan dedikasi K.H. Raden Asnawi sebagai ulama yang tidak hanya berkontribusi di bidang keilmuan agama, tetapi juga dalam perjuangan kemerdekaan dan pengabdian kepada umat.
“Mbah Kyai Raden Asnawi juga mengajarkan kepada murid-muridnya, untuk senantiasa komitmen dan berjuang lewat medan apa pun, salah satunya lewat medan pendidikan, organisasi, politik, dan ekonomi,”ujar Menteri Nusron.
Menurutnya, K.H. Raden Asnawi adalah ulama yang gigih memperjuangkan keadilan, terutama melawan diskriminasi yang diberlakukan pemerintah kolonial Belanda.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
“Beliau tidak hanya ibadah mengabdi sama Allah, tapi menghabiskan hidupnya untuk kepentingan umat. Kalau dalam bahasa sekarang adalah aktivis, kaum penggerak,” tuturnya.
Senada dengan pernyataan Menteri Nusron, Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Ma’ruf Amin juga sepakat bahwa K.H. Raden Asnawi semasa hidupnya tak hanya menjadi ulama yang mengajarkan ilmu agama.
“Beliau juga berperan memperbaiki kehidupan masyarakat pada masa itu,” ungkapnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih, Gus Taj Yasin Maimoen bahkan menyebut bahwa K.H. Raden Asnawi sudah berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia.
“Kita ketahui Dakwah beliau bukan hanya menyebarkan agama Islam, tetapi juga mempertahankan negara kita, ” ungkapnya. (Hms ATR BPN/NAL)








