Minsel-Bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Wanga Kecamatan Mitoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan merengut dua nyawa tepatnya pada Hari Rabu 29 Januari 2025 Pkl. 01:30.
Dibalik peristiwa tersebut instansi terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Selatan terkesan cuek dengan penanganan Tanah Longsor tersebut.
Terpantau awak media ini saat evakuasi korban yang tertimpah tanah berlumpur akibat longsor dilakukan dengan cara manual oleh warga sekitar, lebih disayangkan lagi kedua korban dievakuasi dengan cara menggali puluhan kubik timbunan tanah dengan Tangan di bantu dengan Sekop sampai akhirnya korban di angkat dari dalam timbunan tanah longsor.
Kaban BPBD Minsel Torry Joseph saat dikonfirmasi mengakui terlambat turun ke lokasi akibat tidak adanya alat berat dan berkordinasi dengan pihak lain.
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
” Ia BPBD Minsel mengakui bahwa kami terlambat akhirnya kami mencoba berkordinasi dengan PUPR, pengusaha pemilik alat berat dan pihak yang kami anggap bisa. Membantu”.
Tapi sangat disayangkan sampai kedua korban fi angkat tidak ada personik yang berseragam BPBD Minsel turun ke Lokasi.
Diketahui kedua korban dinyatakan meninggal dunia (MD) yaitu
Nikita Pantow (21 Thn)
Majesty Momongan (10 Tahun). Jenasah langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dibersihkan dari lumpur. (Onal Ma)






