Bupati Minahasa Selatan Franky Wongkar bersama Kepala BNPB RI, Letjen TNI Suharyanto
Minsel-Bencana alam tersedotnya jembatan dan puluhan rumah warga di pesisir sebagian Kelurahan Bitung dan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Rabu (15/6) masih menyimpan misteri apa penyebabnya.
Peristiwa itu, memang kelihatan aneh. Apalagi tidak ada fenomena alam seperti gempa atau badai laut, tapi tanah disertai bangunan di pinggir laut seperti disedot.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjend Suharyanto mengaku pihaknya belum bisa memastikan apa penyebabnya. Hal itu diakuinya sesaat setelah melakukan pemantauan langsung di lokasi kejadian bersama Bupati Minsel Franky Wongkar dan jajaran Fokompimda, Jumat (17/06) kemarin.
“Soal penyebab kami belum bisa menjawab apakah disebabkan abrasi apalagi likuifaksi karena kejadiannya kan tidak didahului dengan fenomena alam,” ungkap Kepala BNPB.
Untuk memastikan penyebabnya diperlukan rangkaian kajian. Perlu kajian yang lebih dalam. Setelah tanggap darurat ada tim yang akan dikordinir oleh Kementerian PMK yang akan segera datang ke sini mencari penyebab yang pasti seperti apa.
“Tentu saja ini memerlukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saya datang ke sini dengan BMKG, PUPR ini belum bisa menentukan pastinya penyebabnya. Ya mungkin bisa abrasi. Tapi kalau likuifaksi tidak,” tandasnya.
Peristiwa bencana alam yang terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan menjadi pusat perhatian, olehnya Pemerintah pusat turun langsung melihat kondisi sebenarnya yang terjadi.
Adapun Kepala BNPB RI, Letjen TNI, Suharyanto didampingi Bupati Minahasa Selatan Franky Wongkar, SH, Dandim 1302 Minahasa, Forkopimda, BMKG serta pejabat pemerintah daerah melihat lokasi yang ada.
Kepala BNPB RI, Letjen TNI Suharyanto pada Jumat, 17 Juni 2022 menyampaikan dirinya diamanatkan langsung oleh Presiden Jokowi pasca terjadi bencana alam abrasi pantai di Kabupaten Minsel. dan setelah disaksikan dampaknya cukup parah, ucapnya.
Hal ini sebagai wujud kepedulian pemerintah pusat atas peristiwa yang terjadi. “Kita melihat langsung untuk memastikan kondisi tahap-tahap penanganan bencana sebagaimana mestinya. Pun memastikan keselamatan warga yang menjadi prioritas utama”, ujarnya.
Terkait peristiwa ini kembali disampaikan, pihaknya belum menjamin pasti apakah peristiwa ini terjadi akibat likuifaksi atau abrasi sebab tidak didahului oleh fenomena alam dan butuh kajian mendalam.
“Nanti ada tim dari kementerian manusia dan kebudayaan yang akan turun langsung. Dan untuk selanjutnya selasa BNPB akan bertemu dengan kementerian MenkoPMK untuk dibahas lanjut. Dan muda-mudahan tanggap darurat cepat teratasi”, pungkas Suharyanto.
Sembari mengapresiasi kesigapan pemkab Minsel bersama TNI -POLRI yang cepat mengambil tindakan penangan bencana dengan mengevakuasi warga serta menjaga lokasi/memberi batas sekitar lokasi bencana.
Pada kunjungannya, BNPB RI memberikan bantuan dana Siap Pakai (DSP) kepada pemkab Minsel sebesar Rp. 500 juta dalam upaya penanggulangan bencana lewat hasil perjuangan Bupati Franky Donny Wongkar, SH. (*/QQ)















