Sulut – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membuat masker kain melalui pendampingan dari Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Sulut.
Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan menerangkan bahwa pemberdayaan UMKM tersebut merupakan inisiatif dari Gubernur Sulut. Menurutnya, selain menyediakan masker kain untuk mencegah penyebaran covid-19 sembari melakukan pemberdayaan para penjahit lokal yang kini kesulitan mencari nafkah akibat pesanan jahitan menurun drastis dampak dari pandemi corona.
“Ini adalah ide Bapak Gubernur. Baznas Sulut diminta melakukan pendampingan sebagai salah satu lembaga yang berhubungan dengan masyarakat ekonomi bawah. Kegiatan ini bisa menolong mereka selama pandemi corona,” katanya di Ruang Mapalus Kantor Gubernur, Selasa (21/4/2020).
Lanjut Abid, jumlah masker kain yang dibuat puluhan penjahit lokal ini setiap harinya mencapai 1300 masker dan pada tahap awal ditargetkan sebanyak 100 ribu masker kain dapat diselesaikan untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat Sulut.
- Info Update Agenda DPRD Sulut Hari Ini : Ibadah Rutin Keluarga Besar DPRD Sulut, Hingga Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Pertanggung Jawaban APBD Dan RDP Bersama Mitra Kerja
- Erupsi Gunung Karangetang Kembali Terjadi, Plt. Bupati Heronimus Makainas Imbau Masyarakat Tetap Waspada
- National Series 2 Kejuaraan Terbuka Panjat Tebing Piala Walikota Manado 2026 Resmi Ditutup
“Ini adalah misi kemanusiaan. Ada sekitar dua puluh UMKM yang didampingi Baznas dalam pembuatan masker kain yang telah berlangsung selama tiga minggu. Mesin jahit yang digunakan merupakan milik mereka masing-masing. Tanpa disadari mereka juga telah menjadi relawan kemanusiaan dalam upaya pencegahan covid-19,” ungkap Ketua Baznas Sulut.
Sementara itu, Tati yang juga salah satu penjahit lokal mengapresiasi peranan Pemprov Sulut yang telah meringankan beban hidupnya akibat pandemi covid19.
“Saya sangat bersyukur karena perekonomian keluarga jadi terbantu dengan pembuatan masker kain ini. Hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Tati. (*/JM)






