Sulut – Tancap gas Olly Dondokambey dan Steven Kandouw di periode ke dua dinilai sejumlah kalangan luar biasa.
Bukan hanya membangkitkan sektor ekonomi saat wabah Covid-19 melanda, namun Gubernur Olly dan Wagub Kandouw berhasil menjawab keresahan warga perihal beberapa harga komoditi yang sempat anjlok.
Kekaguman terhadap dua sosok pekerja ini, disampaikan Ruben Saerang.
Menjabat Staf Khusus Gubernur Sulut, Ruben Saerang paham betul dengan berbagai kebijakan Olly – Steven
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
- Semangat Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Sinergi dan Keandalan Listrik Bersama Stakeholder di Boltim
- Momen Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Unit Layanan Pelanggan Manado Utara Hadir Lebih Dekat: Mendengar, Mengapresiasi, dan Tumbuh Bersama Pelanggan
Menurut Saerang, keberhasilan keduanya diawal periode kian membanggakan.
Olly – Steven, lanjut Ruben, bisa menyulap harga kopra menjadi Rp 14 ribu per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 4 ribu saja.
Selain itu, kata Ruben, impian petani cengkih juga terwujud karena sekarang harga komoditi ini pada kisaran Rp 110 ribu per kg.
“Nilai tukar petani Sulut paling tinggi di Indonesia. Suatu prestasi di tengah Covid-19,” ujar Ruben kepada wartawan, Sabtu (12/6/2021).
Kata Ruben, di sektor pariwisata juga semakin menonjol dengan peningkatan infrastruktur pendukung dan hotel-hetel yang baru diresmikan.
“Belum lagi dengan Bandara Sam Ratulangi yang sebentar lagi selesai direnovasi. Ini bukti kehebatan Olly – Steven,” bebernya.
Ia menambahkan, beragam alasan ini lantas membuat Sahabat Olly-Steven (SOS) memutuskan tetap mendukung garis perjuangan Olly-Steven sampai 2024.
“Harapannya, capaian-capaian ini terus dilestarikan demi Sulut hebat, maju dan sejahtera,” tandasnya. (*/JM)







