Sulut – Tancap gas Olly Dondokambey dan Steven Kandouw di periode ke dua dinilai sejumlah kalangan luar biasa.
Bukan hanya membangkitkan sektor ekonomi saat wabah Covid-19 melanda, namun Gubernur Olly dan Wagub Kandouw berhasil menjawab keresahan warga perihal beberapa harga komoditi yang sempat anjlok.
Kekaguman terhadap dua sosok pekerja ini, disampaikan Ruben Saerang.
Menjabat Staf Khusus Gubernur Sulut, Ruben Saerang paham betul dengan berbagai kebijakan Olly – Steven
- Wali Kota Tomohon Tutup Kejuaraan Bulutangkis Terbuka Wali Kota Cup 2026, Siap Jadi Agenda Tahunan
- Wali Kota Tomohon Hadiri Kenal Pamit Kapolres, Tegaskan Komitmen Sinergi untuk Kemajuan Daerah
- Wawali Richard Sualang Lepas Ribuan Peserta HUT ke-403 Manado di MBW, Pelari Asal Kenya Juarai Half Marathon 21 K Putri
Menurut Saerang, keberhasilan keduanya diawal periode kian membanggakan.
Olly – Steven, lanjut Ruben, bisa menyulap harga kopra menjadi Rp 14 ribu per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 4 ribu saja.
Selain itu, kata Ruben, impian petani cengkih juga terwujud karena sekarang harga komoditi ini pada kisaran Rp 110 ribu per kg.
“Nilai tukar petani Sulut paling tinggi di Indonesia. Suatu prestasi di tengah Covid-19,” ujar Ruben kepada wartawan, Sabtu (12/6/2021).
Kata Ruben, di sektor pariwisata juga semakin menonjol dengan peningkatan infrastruktur pendukung dan hotel-hetel yang baru diresmikan.
“Belum lagi dengan Bandara Sam Ratulangi yang sebentar lagi selesai direnovasi. Ini bukti kehebatan Olly – Steven,” bebernya.
Ia menambahkan, beragam alasan ini lantas membuat Sahabat Olly-Steven (SOS) memutuskan tetap mendukung garis perjuangan Olly-Steven sampai 2024.
“Harapannya, capaian-capaian ini terus dilestarikan demi Sulut hebat, maju dan sejahtera,” tandasnya. (*/JM)








